RD Tak Pikirkan Peluang Latih Timnas Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 18:34 WIB
RD Tak Pikirkan Peluang Latih Timnas Indonesia Rahmad Darmawan tak mau memikirkan peluangnya melatih Timnas Indonesia. (CNN Indonesia/Andito Gilang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Mitra Kukar Rahmad Darmawan tak mau memikirkan soal peluangnya menangani Timnas Indonesia.

Pria yang akrab disapa dengan panggilan RD ini digadang-gadang sebagai pelatih Merah-Putih. RD sendiri punya pengalaman menangani skuat Garuda. Pria 51 tahun itu tercatat sudah dua kali menjadi pelatih sementara Timnas Indonesia untuk level senior.

Kesempatan pertama yakni saat Timnas Indonesia tidak memiliki pelatih setelah Wilhemus Rijsbergen mengundurkan diri jelang laga menghadapi Turkmenistan di Pra Piala Dunia 2014. Di bawah RD, Timnas Indonesia mampu menahan imbang Turkmenistan 1-1 pada laga tandang dan menang 4-3 pada leg kedua di SUGBK dan lolos ke fase lanjutan.

Kesempatan kedua RD menjadi caretaker pelatih Timnas Indonesia senior yakni pada 2013 saat persiapan melawan Arab Saudi di ajang Kualifikasi Piala Asia 2015. Saat itu, Manuel Blanco juga memutuskan mundur sebagai pelatih Timnas Indoensia dan memaksa RD untuk menjadi pengganti sementara untuk melawan Arab Saudi sebelum akhirnya diambil alih Jacksen F Thiago.


Bima Sakti tak lagi melanjutkan kursi kepelatihan Timnas Indonesia usai Piala AFF 2018. (Bima Sakti tak lagi melanjutkan kursi kepelatihan Timnas Indonesia usai Piala AFF 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Dua momen jadi caretaker, dua-duanya untuk tim senior. Di dua kesempatan itu saya pilih mundur karena harus fokus menangani Timnas U-23 di SEA Games. Tapi kalau U-23 saya juga sudah dua kali [jadi pelatih], 2011 ke final SEA Games. kalah adu penalti dengan Malaysia dapat medali perak dan final 2013 di Myanmar," kata RD melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Rabu (28/11).

Saat ini, RD masih disibukkan dengan pengambilan lisensi pro kepelatihan, selain menjadi pelatih Mitra Kukar di Liga 1 2018. RD tak ingin terlalu memikirkan soal peluangnya melatih Timnas Indonesia ke depan.

"Buat saya, menjadi pelatih timnas itu seperti sebuah ketetapan, garis tangan jadi kita harus bersiap dan lihat nanti seperti apa. Tapi kita juga terus menjalankan kegiatan sebagai pelatih sehari-hari dengan terus beraktifitas di dunia kepelatihan. Kalau waktunya datang, dia [jadi pelatih Timnas Indonesia] akan datang. Saya tidak terlalu memikirkan itu," ujar RD yang juga mantan pelatih Persija Jakarta itu.

Sebelumnya, pengamat sepak bola nasional Tommy Welly menilai RD memiliki kemampuan untuk menerapkan sepak bola modern ke dalam sepak bola Indonesia, khususnya Timnas Indonesia. Kebolehan itu tak lepas dari kursus kepelatihan lisensi pro yang setahun terakhir tengah digeluti RD.

Selama kursus, ia dan beberapa pelatih lokal lainnya belajar untuk menganalisis banyak pertandingan, mulai dari pertandingan piala dunia sampai Asian Games. Selain itu, RD juga mengaku mendapatkan tugas untuk menganalisis kompetisi sepak bola di Eropa untuk meningkatkan kemampuan pribadi dalam mendalami ilmu kepelatihan yang terus berkembang.

"Kursus di lisensi pro masih lanjut, masih ada tiga modul lagi. Nanti tanggal 9 [Desember] mulai lagi di Yogyakarta dua minggu, kemudian di Spanyol mulai 18 Januari sampai akhir Januari dan April terakhir ujian."

"Sekarang, saya fokus di liga dulu sama tim [Mitra Kukar]. Kami masih butuh poin untuk bertahan [tidak terdegradasi dari Liga 1]," ungkapnya. (TTF/ptr)