Pria yang akrab disapa dengan panggilan RD ini digadang-gadang sebagai pelatih Merah-Putih. RD sendiri punya pengalaman menangani skuat Garuda. Pria 51 tahun itu tercatat sudah dua kali menjadi pelatih sementara Timnas Indonesia untuk level senior.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bima Sakti tak lagi melanjutkan kursi kepelatihan Timnas Indonesia usai Piala AFF 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Buat saya, menjadi pelatih timnas itu seperti sebuah ketetapan, garis tangan jadi kita harus bersiap dan lihat nanti seperti apa. Tapi kita juga terus menjalankan kegiatan sebagai pelatih sehari-hari dengan terus beraktifitas di dunia kepelatihan. Kalau waktunya datang, dia [jadi pelatih Timnas Indonesia] akan datang. Saya tidak terlalu memikirkan itu," ujar RD yang juga mantan pelatih Persija Jakarta itu.
Sebelumnya, pengamat sepak bola nasional Tommy Welly menilai RD memiliki kemampuan untuk menerapkan sepak bola modern ke dalam sepak bola Indonesia, khususnya Timnas Indonesia. Kebolehan itu tak lepas dari kursus kepelatihan lisensi pro yang setahun terakhir tengah digeluti RD.
Selama kursus, ia dan beberapa pelatih lokal lainnya belajar untuk menganalisis banyak pertandingan, mulai dari pertandingan piala dunia sampai Asian Games. Selain itu, RD juga mengaku mendapatkan tugas untuk menganalisis kompetisi sepak bola di Eropa untuk meningkatkan kemampuan pribadi dalam mendalami ilmu kepelatihan yang terus berkembang.
Lihat juga:8 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions |
"Sekarang, saya fokus di liga dulu sama tim [Mitra Kukar]. Kami masih butuh poin untuk bertahan [tidak terdegradasi dari Liga 1]," ungkapnya. (bac/ttf/ptr)
Bima Sakti tak lagi melanjutkan kursi kepelatihan Timnas Indonesia usai Piala AFF 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)