Klub Irlandia Sebar Berita Hoaks Pemain Meninggal

CNN Indonesia | Kamis, 29/11/2018 10:20 WIB
Klub Irlandia Sebar Berita Hoaks Pemain Meninggal Ilustrasi pemain sepak bola. (Istockphoto/FOTOKITA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah klub sepak bola amatir dari Dublin, Ballybrack FC, meminta maaf telah merilis berita hoaks tentang salah seorang pemainnya yang disebut tewas dalam kecelakaan motor.

Ballybrack FC telanjur menginformasikan kepada Leinster Senior League (LSL) bahwa Fernando Nuno La-Fuente meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan motor, sehingga laga Ballybrack FC lawan Arklow Town ditunda pada Sabtu (24/11) dengan maksud memberikan penghormatan kepada La-Fuente. Sementara pertandingan lain tetap berlangsung, dimulai dengan mengheningkan cipta selama satu menit sebelum laga.

Kebohongan kabar duka terungkap ketika Ketua LSL, David Moran, menggali lebih dalam mengenai keberadaan sang pemain.


"Kami diberitahu pada Jumat pukul 08.00 pagi bahwa pemuda itu meninggal. Pertandingan lawan Arklow ditunda. Dan kemudian cerita sebenarnya mulai terungkap pada Senin (26/11)," kata Moran seperti yang dikutip dari RTE pada Rabu (27/11).

"Dia berada di Spanyol, terima kasih kepada Tuhan. Itu adalah satu hal baik untuk cerita ini. Pemuda itu tidak meninggal dalam kecelakaan motor pada Kamis (22/11). Dia rupanya kembali ke Spanyol pada Sabtu (24/11) selama empat atau lima pekan," katanya menambahkan.

Moran mengatakan pihaknya sempat mencoba menghubungi dan cek rumah sakit, tapi tidak ada yang bisa mencari informasi apapun tentang sang pemain. Hingga akhirnya ia tahu kabar yang sebenarnya dari beberapa rekan tim La-Fuente yang mengungkap kabar di media sosial.

"Kami sejujurnya tidak tahu kenapa mereka melakukan itu [membuat kabar bohong]. Ini terlihat sedikit ekstrem bila mereka sengaja melakukannya supaya tidak bertanding. [Bila ingin tidak bertanding] yang perlu mereka lakukan hanya terus terang mengundurkan diri (walkover), membayar denda, dan masalah selesai," ucap Moran.

"Kami sudah bertindak berdasarkan itikad baik untuk menghormati kabar itu. Kami buat mengheningkan cipta di pertandingan yang lain. Ini benar-benar konyol," ucapnya melanjutkan.

Setelah mengetahui hal tersebut, Ballybrack FC kemudian membuat pernyataan terbuka dalam akun resmi Facebook mereka pada Rabu (28/11).

"Klub telah mengontak Fernando untuk mengonfirmasi keberadaannya, kesejahteraannya, dan berterimakasih atas permintaan maaf kami mengenai masalah ini. Kesalahan besar dan tidak bisa diterima ini benar-benar di luar karakter dan dibuat oleh seseorang yang telah mengalami kesulitan pribadi yang berat tanpa diketahui anggota klub," demikian bunyi pernyataan itu.

"Pada tahap ini, kami hanya bisa menyampaikan permohonan maaf untuk LSL, lawan kami Arklow Town FC, dan orang-orang yang memberi pesan dukungan tentang kabar [tidak benar] itu kepada kami dalam beberapa hari belakangan. Perkembangan sepak bola Ballycrack cukup baik selama beberapa tahun ini. Kami semua terkejut dengan kejadian ini dan berharap dapat bekerja lebih baik serta belajar dari kesalahan ini bersama organisasi." (nva/jun)