Hal ini merupakan pemandangan lazim di Eropa. Tengok saja bagaimana Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi yang laris diminati perusahaan untuk membintangi iklan sejak masih muda. Namun, di Indonesia menyambi antara profesi sebagai pesepakbola dan bintang iklan masih menjadi tabu.
Tak sedikit pelatih yang mencemaskan perubahan mentalitas pemain setelah punya pendapatan lebih dari iklan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang Pamungkas menjadi pemain Indonesia yang paling sering menjadi bintang iklan. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta) |
Saat ini, para perusahaan menyasar pemain muda. Bintang Timnas Indonesia U-19, Egy Maulana Vikri, jadi pemain yang laris dibanjiri pengiklan. Salah satu produk yang diiklankan adalah telepon pintar bermerek.
Egy Maulana Vikri jadi pemain muda yang kerap menjadi incaran para pengiklan. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Mantan pelatih Timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini tak mempermasalahkan pesepakbola diminati sebagai bintang iklan asal tidak mengganggu aktivitas latihan rutin.
Fakhri mengaku sempat melarang pemainnya dijadikan konsumsi iklan saat menjalani pemusatan latihan. Terlebih produk yang akan dibintangi tak sesuai dengan prinsip atlet yang harus menjaga pola hidup sehat.
Lihat juga:5 Alasan Messi Gagal Raih Ballon d'Or 2018 |
Fakhri Husaini mengkritik para pemain yang sibuk menjadi bintang iklan minuman berenergi. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru) |
"Produk itu bukan sponsor timnas maupun turnamen kita di PSSI. Pemainnya tidak pakai baju timnas, kan? jadi mereka melakukan kontrak secara personal," ungkap Marshal.
Sejatinya, pesepakbola profesional di Eropa pun tak sembarangan meneken kontrak dengan produk iklan. Biasanya, mereka diurus agen profesional agar tidak tersangkut persoalan hukum dengan pihak klub.
Sementara itu, keterlibatan agen profesional masih menjadi barang langka di Indonesia. Sebagian besar pemain kerap bernegosiasi sendiri atau bahkan tidak ada klausul khusus dengan klub soal pembagian pendapatan hak citra.
"Kalau ada iklan biasanya lewat manajer [Muly Munial]. Dia yang urus semua komersial, klub, dan kesepakatan semua lewat dia. Jadi kalau mau kerja sama harus lewat manajer," ujar Gavin.
"Tapi kalau ada tawaran, biasanya manajer juga tanya ke saya dulu apakah mau diambil atau tidak. Pasti dipilah dan pilih juga yang sesuai," ujar Gavin yang saat ini membintangi iklan minuman, kosmetik pria, dan salah satu toko belanja online. (bac)
Bambang Pamungkas menjadi pemain Indonesia yang paling sering menjadi bintang iklan. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Egy Maulana Vikri jadi pemain muda yang kerap menjadi incaran para pengiklan. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Fakhri Husaini mengkritik para pemain yang sibuk menjadi bintang iklan minuman berenergi. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)