Analisis

Persija vs Mitra Kukar, Lawan Macan Tak Semudah Dahulu

Ahmad Bachrain, CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 08:40 WIB
Persija vs Mitra Kukar, Lawan Macan Tak Semudah Dahulu Persija harus mengalahkan Mitra Kukar untuk mengamankan gelar juara Liga 1 2018. (ANTARA FOTO/Maulana Surya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Persija Jakarta di atas kertas lebih diunggulkan menghadapi Mitra Kukar dalam laga penentuan gelar juara Liga 1 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (9/12).

Mengacu pada pertemuan pertama, Macan Kemayoran dengan mudah mengalahkan Naga Mekes 2-0 di kandang mereka di Stadion Aji Imbut. Saat itu tim asal Kalimantan Timur itu masih dilatih Rafael Berges.

Berges yang belum memahami karakter para pemain Indonesia, tak mampu melawan tim yang ditangani Stefano 'Teco' Cugurra yang lebih paham sepak bola Indonesia.


Pertemuan Mitra Kukar vs Persija pada 21 Juli itu pun berlangsung cukup terbuka. Ketika itu Persija sudah mendapat kesempatan sejak menit awal dan bahkan Osas Saha mencetak gol pada menit keenam.

Mitra Kukar pernah dihajar 0-2 oleh Persija Jakarta. (Mitra Kukar pernah dihajar 0-2 oleh Persija Jakarta. (Foto: Dok. Persija)
Catatan pertemuan Mitra Kukar dan Persija musim ini selalu berakhir dengan kemenangan Persija. Di perempat final Piala Presiden, Ismed Sofyan cs menang 3-1. Sementara di putaran pertama Liga 1 2018, Persija menang 2-0.

Situasinya kini tentu berbeda meski dari segi komposisi pemain tak banyak perubahan. Mitra Kukar saat ini dilatih Rahmad Darmawan, pelatih yang sudah kawakan melatih klub-klub di Indonesia.

Pelatih yang akrab dengan sapaan RD itu tentu akan memainkan strategi solid membendung pertahanan Macan Kemayoran. Salah satunya mengantisipasi serangan-serangan balik cepat dari skuat besutan Teco.

Sejak ditangani Teco, Persija menjadi tim dengan pertahanan solid dan seangan balik berbahaya. Tengok saja catatan kebobolan mereka, menjadi yang paling sedikit di Liga 1 2018 yakni 35 kali kemasukan.

Macan Kemayoran juga termasuk tim yang subur dalam hal perolehan gol yakni 51 kali memasukkan bola ke gawang tim-tim lawan.

Persija juga amat menakutkan dalam hal serangan-serangan cepat dari sisi sayap. Ada nama-nama seperti Riko Simanjuntak, Novri Setiawan, Adison Alves, dan Ramdani Lestaluhu. Belum lagi bek sayap macam Rezaldi Hehanusa dan Michael Orah yang mampu menebar ancaman ke gawang lawan.
Novri Setiawan menjadi pemain sayap andalan Macan Kemayoran. (Novri Setiawan menjadi pemain sayap andalan Macan Kemayoran. (Foto: Dok. Persija)
Di lini depan, Marko Simic menjadi andalan sebagai tukang bobol gawang lawan. Simic menjadi pencetak gol terbanyak di Macan Kemayoran dengan 16 gol.

Marko Simic terbukti cukup akrab dengan gawang Mitra Kukar yang dijaga Gery Mandagi atau Yoo Jae Hoon. Penyerang asal Kroasia itu mencetak tiga dari lima gol yang bersarang di gawang Mitra Kukar.

RD tentu bakal mengantisipasi segala kemungkinan ancaman dari Persija. Dengan formasi andalan 4-2-3-1 yang lebih menekankan keseimbangan di lini tengah, mantan pelatih Sriwijaya FC itu bakal mematikan pergerakan Persija dari lini tengah.

Karena telah dibobol tiga kali oleh Simic, RD akan menginstruksikan pemain belakang Mitra Kukar untuk mengawasi pergerakan pemain Kroasia tersebut.

RD bakal mengantisipasi setiap ancaman yang lahir dari kekuatan Persija. (RD bakal mengantisipasi setiap ancaman yang lahir dari kekuatan Persija. (CNN Indonesia/Andito Gilang Pratama)
Dedi Gusmawan, Mauricio Leal, dan Rendy Siregar yang cukup sering mengawal lini belakang Mitra Kukar merupakan pemain berusia kepala tiga.

Selain itu, lini belakang Naga Mekes dihuni pemain-pemain berusia emas seperti Wiganda Pradika dan Saepuloh Maulana. Meski demikian, pengalaman mereka di kompetisi tertinggi Indonesia ini akan sangat diandalkan dalam hal kematangan bermain.

Di tengah, Bayu Pradana akan menjadi penyeimbang tim sekaligus menjadi jembatan lini pertahanan dan barisan serang.

Jika Danny Guthrie dimainkan, maka pemain asal Inggris ini berpeluang menjadi motor serangan tim dengan umpan-umpan akurat ala Liga Primer Inggris sesuai dengan pengalamannya bermain di Liverpool, Southampton, Newcastle United. Namun untuk urusan kecepatan, pemain 31 tahun itu kurang dapat diandalkan.

Di sayap ada Dedi Hartono, Hendra Adi Bayauw dan Septian David Maulana. Nama terakhir bisa digeser pula menjadi gelandang serang di belakang ujung tombak utama. Jika Septian bermain di sisi sayap, bisa jadi Anindito Wahyu menjadi pemain yang berada di belakang striker. (ptr)