'Macan' Ikut Pesta Kemenangan Persija Jakarta

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 01:00 WIB
'Macan' Ikut Pesta Kemenangan Persija Jakarta Kostum macan yang digunakan salah satu pendukung Persija. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada 'macan' berkeliaran di tengah kerumunan penonton dalam ring satu Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada pertandingan pekan ke-34 Liga 1 2018 antara Persija Jakarta melawan Mitra Kukar, Minggu (9/12).

Alih-alih melarikan diri, para penonton yang sebagian besar pendukung Persija malah kesenangan bertemu macan jadi-jadian tersebut karena macan yang dimaksud hanya merupakan kostum dari seorang laki-laki asal Magelang bernama Saiful.

Pria berusia 22 tahun yang berprofesi sebagai pedagang itu berdandan nyentrik dengan memakai jubah dan topeng macan berwarna oranye untuk mendukung Persija.


"Saya berdandan seperti ini untuk suporter Persija, totalitas. Topeng Macan ini sebenarnya asli kesenian Magelang [Rampak Macan], warnanya sama yakni oranye jadi dibawa," kata Saiful kepada CNNIndonesia.com pada

"Kostum ini bikin sendiri, dari baju hingga kepala. Kurang lebih dandanan saya ini menghabiskan biaya Rp 300 ribuan," katanya menambahkan.

Saiful mengenakan kostum macan untuk mendukung Persija Jakarta di laga terakhir Liga 1 2018.Saiful mengenakan kostum macan untuk mendukung Persija Jakarta di laga terakhir Liga 1 2018. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)
Karena kostum yang cukup nyentrik banyak penonton yang datang ke SUGBK mengajak Saiful berfoto bersama. "Sudah seperti artis," ucapnya.

Saiful merupakan seoarng Jak Magelang. Ia datang ke Jakarta menumpangi bus yang berisi 61 orang.

"Setelah pertandingan, saya langsung balik lagi ke Magelang. Berangkat dari Magelang kemarin (8/12) usai Maghrib, sampai di Jakarta pukul 10.00 menjelang siang. Dari dulu penggemar Persija, dari 2005 ketika masih SD," ucap dia.

Lebih lanjut, Saiful berpendapat tentang performa Persija musim ini. Ia melihat kesebelasan asuhan Stefano Cugurra itu mengalamai perkembangan yang cukup baik sejak juara Piala Presiden 2018.

"Permainannya meningkat. Untuk musim depan, para pemain lapis kedua harus sama seperti pemain inti agar setelah musim ini Persija lebih bagus lagi," ujarnya. (map/nva)