Bek PSM Makassar Usai Persija Juara: Semua Seperti Dicuri

CNN Indonesia | Minggu, 09/12/2018 22:11 WIB
Bek PSM Makassar Usai Persija Juara: Semua Seperti Dicuri PSM Makassar menang 5-1 atas PSMS Medan, namun gagal juara Liga 1 2018. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bek PSM Makassar Zulkifli Syukur meradang timnya gagal juara Liga 1 2018 meski menang 5-1 atas PSMS Medan di Stadion Andi Mattalatta, Minggu (9/12).

Tim arahan Robert Rene Alberts gagal juara karena Persija Jakarta juga meraih kemenangan pada laga terakhir Liga 1 2018. Macan Kemayoran mengalahkan Mitra Kukar 2-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada waktu yang sama.

Kemenangan Persija atas Mitra Kukar berkat dua gol Marko Simic itu sempat dinilai kontroversial. Salah satu yang menjadi sorotan adalah keputusan wasit Prasetyo Hadi yang dianggap membantu memenangkan Macan Kemayoran.


Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan, bahkan sempat protes keras terhadap kepemimpinan wasit di laga itu. Ia menilai wasit seharusnya tidak memberikan penalti bagi tuan rumah dan tidak mengesahkan gol kedua mereka karena telah terjadi pelanggaran terhadap kiper Naga Mekes Yoo Jae Hoon.

Alessendro Ferreira cetak dua dari lima gol kemenangan PSM Makassar atas PSMS Medan. (Alessendro Ferreira cetak dua dari lima gol kemenangan PSM Makassar atas PSMS Medan. (Foto: ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Di tempat lain, PSM juga merasa kecewa karena kegagalan mereka juara Liga 1 2018.

"Kita hanya kurang beruntung dan memang layak meraih hasil yang lebih baik ((juara). Namun semuanya seperti telah dirampas dan dicuri. Kami tetap bangga dan berharap musim depan bisa lebih baik lagi," tutur Zulkifli seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu, juru taktik PSM Rene Alberts kembali menyinggung fakta-fakta soal pengaturan skor usai Persija juara Liga 1 2018.

"Soal pengaturan skor bukan hal yang baru. Di mana-mana juga terjadi, namun dengan hal yang berbeda. Di Liga Indonesia [pengaturan skor] juga memiliki perbedaan dengan liga lain," ujar Rene Alberts.

Untuk itu, ia meminta bagi orang yang memang hidup pada di sepak bola agar jangan menyerah dan harus melawan praktik pengaturan skor.

Ia menegaskan komitmen dari setiap pemain, pelatih, ofisial, manajemen sepak bola harus mampu menunjukkan sepak bola benar-benar dicintai.

"Namun tidak ada hubungannya dalam pertandingan hari ini [soal pengaturan skor]," jelas pelatih asal Belanda itu. (Antara/jun)