Kevin/Marcus Ungkap Alasan Mundur dari World Tour Finals

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 16/12/2018 13:18 WIB
Kevin/Marcus Ungkap Alasan Mundur dari World Tour Finals Kevin/Marcus ingin fokus di 2019. (Dok. Humas PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, mengungkap alasan undur diri dari turnamen BWF World Tour Finals 2018 yang digelar di Guangzhou, China.

Kevin/Marcus batal menghadapi pasanga China, Han Chengkai/Zhou Haodong, di penyisihan terakhir, Jumat (14/12), lantaran cedera leher yang dialami Marcus tak kunjung membaik.

Menurut Marcus ia tak ingin mengambil risiko mendapat cedera yang lebih parah jika memaksakan tampil melawan Han/Zhou. Terlebih lagi, rasa nyeri yang dirasakan sudah menjalar ke matanya.


"Enggak mau maksa lagi, lebih baik istirahat karena tahun depan banyak turnamen yang harus diikuti. Saya mau fokus di tahun depan saja," ucap Marcus dikutip dari rilis yang diterima CNNIndonesia.com.

"Tidak tahu juga kenapa bisa kena [cedera leher], mungkin saat bermain dan ada pengaruh dari udara yang dingin, serta shuttlecock yang lambat," Marcus menambahkan.

Kevin/Marcus puas meraih medali emas Asian Games 2018 dan delapan gelar world tour.Kevin/Marcus puas meraih medali emas Asian Games 2018 dan delapan gelar world tour sepanjang tahun ini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Walkover dari BWF World Tour Finals tahun ini membuat Kevin Marcus gagal mempertahankan gelar juara. Kendati demikian, Marcus mengaku puas dengan capaian tahun ini.

Sepanjang 2018 Kevin/Marcus meraih delapan gelar world tour serta satu medali emas Asian Games 2018. The Minions juga dinobatkan sebagai pemain putra terbaik oleh BWF selama dua tahun berturut-turut, 2017 dan 2018.

""Kami cukup senang dengan hasil di 2018. Untuk tahun depan, kami harap hasilnya bagus seperti tahun ini. Kalau bisa lebih [baik], kalau tidak bisa, ya setidaknya menyamai hasil tahun ini," ujar Marcus.

"Kami dapat sembilan gelar, hasil yang bagus buat kami, dan ini lebih baik dari hasil tahun lalu dengan tujuh gelar. Di turnamen ini kami tetap bersyukur, karena kami sudah mencoba yang terbaik. Tahun depan tentunya ingin gelar juara dunia dan juara lagi di world tour finals," Marcus menuturkan. (sry)