Tolak McGregor, Khabib Nilai Banyak Lawan Lebih Layak

CNN Indonesia | Jumat, 21/12/2018 12:40 WIB
Tolak McGregor, Khabib Nilai Banyak Lawan Lebih Layak Khabib Nurmagomedov kini jadi petarung yang paling diburu oleh petarung lain. (Harry How/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ayah Khabib Nurmagomedov, Abdulmanap Nurmagomedov menilai ada banyak lawan tangguh yang menunggu Khabib dibandingkan kembali membicarakan rematch lawan Conor McGregor.

Abdulmanap hanya akan menyetujui duel lawan McGregor bila mendapat bayaran 30 juta dollar AS. Sebelumnya, Abdulmanap mengaku menolak tawaran 15 juta dollar AS.

"Ada sejumlah petarung yang layak dan terus menanti Khabib. Kami harus menghormati mereka sebagai petarung. Kami juga harus mempertimbangkan mereka sebagai lawan berikutnya dengan baik, yaitu [Dustin] Poirier, [Tony] Ferguson."


"Ferguson saya rasa sangat layak bertarung dengan Khabib. Dia adalah penantang nomor satu," tutur Abdulmanap.
Menurut sang ayah, Khabib Nurmagomedov sudah berhasil menaklukkan Conor McGregor dengan mutlak.Menurut sang ayah, Khabib Nurmagomedov sudah berhasil menaklukkan Conor McGregor dengan mutlak. (REUTERS/Stephen R. Sylvanie-USA TODAY Sports)
"Namun bila ingin menarik perhatian penggemar, mendapat banyak uang dan membuat pertarungan dibicarakan, maka Diaz bisa jadi lawan berikutnya," ucap Abdulmanap berpendapat.

Abdulmanap tak menganggap Eddie Alvarez dan Al Iaquinta bukan lawan yang layak untuk Khabib meski dua nama itu juga diapungkan sebagai calon lawan Khabib.

"Kami menyelenggarakan 11 laga lawan Alvarez, maka kami akan memenangkan ke-11 pertarungan tersebut."

"Banyak yang membicarakan pertarungan lawan Al Iaquinta, namun dia peringkat ke-11. Itu berarti dia lemah," kata Abdulmanap.

Saat ini Khabib tinggal menyisakan kontrak satu pertandingan lagi di UFC. Abdulmanap berharap UFC bisa cepat menyelesaikan perpanjangan kontrak.

"Tugas kami adalah bersiap, tampil, dan menang. Tugas UFC adalah mempersiapkan kontrak baru yang tentunya mempertimbangkan keinginan kami, satu laga di Rusia, kapan pun, dimana pun, dan melawan siapa pun," tutur Abdulmanap. (ptr/bac)