Manajer Ducati Menyayangkan Lorenzo Telat Beradaptasi

CNN Indonesia | Selasa, 25/12/2018 22:59 WIB
Manajer Ducati Menyayangkan Lorenzo Telat Beradaptasi Jorge Lorenzo meraih tiga gelar juara seri selama berada di Ducati. (REUTERS/Lisi Niesner)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manajer tim Ducati Davide Tardozzi menyayangkan Jorge Lorenzo telat beradaptasi ketika berada di pabrikan asal Italia itu dan gagal memberi kontribusi positif bersama motor Desmosedici di balapan MotoGP.

Didatangkan dari tim Yamaha setelah musim 2016 usai, Lorenzo tidak mampu langsung menemukan setelan yang pas dengan Ducati. Pada musim pertama, Lorenzo hanya mampu meraih 137 poin dan menduduki peringkat tujuh pada klasemen akhir.

Baru pada musim kedua Lorenzo berhasil menjadi juara pada tiga seri sebelum mengakhiri balapan dengan kurang mulus lantaran mengalami cedera dan harus berada di peringkat kesembilan atau posisi terburuk dalam klasemen akhir MotoGP sepanjang kariernya.


"Dilihat dari aspek olahraga keterlambatannya mengganggu saya. Kemudian ada juga situasi yang memengaruhi kedatangannya yang cepat di level ini. Tetapi pada akhirnya kami berpikir kami bisa menang dengan motor itu. Sayangnya dia terlambat."

Manajer Ducati Menyayangkan Lorenzo Telat BeradaptasiJorge Lorenzo finis di peringkat lima besar selama dua musim bersama Ducati. (REUTERS/Toru Hanai)
"Jika dia percaya pada kami, sedikit lebih awal, mungkin hasilnya akan datang lebih awal," ujar Tardozzi mengomentari keberadaan Lorenzo di Ducati seperti dilansir Tuttomotoriweb.

Tardozzi juga melihat Lorenzo sudah kembali kepada performa terbaik pada musim kedua setelah memutuskan pindah ke Honda bersamaan dengan cedera yang menimpa pebalap asal Spanyol tersebut.

"Momen ketika dia menenangkan pikiran untuk masa depan, memutuskan pindah ke Honda, dia secara tiba-tiba bisa beradaptasi dengan motor. Dia berhenti berpikir kalau dia harus mengendarainya seperti yang dia inginkan, itu datang secara natural. Pada waktu itu dia kembali ke level terbaiknya," ujar Tardozzi.

Selepas Lorenzo meninggalkan Ducati, Tardozzi yakin pemilik tiga gelar juara dunia MotoGP itu bisa tampil lebih baik bersama Honda karena dianggap telah mendapat banyak pelajaran sehingga bisa beradaptasi lebih baik dengan motor RC213V yang digunakan tim asal Jepang itu. (nva/jun)