Johar Lin Eng Ditangkap, Kemenpora Puji Satgas Polri

CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 19:49 WIB
Kemenpora memberikan pujian pada Satgas Polri yang menangkap Johar Lin Eng terkait kasus pengaturan skor sepak bola nasional. Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto memberikan pujian pada Satgas Polri terkait penangkapan Johar Lin Eng. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia memuji pihak kepolisian terkait penangkapan anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng pada Kamis (27/12) perihal kasus pengaturan skor sepak bola nasional.

Johar ditangkap di Bandara Halim Perdana Kusuma pada Kamis pagi saat tiba dari Solo, dan kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.

"Kemenpora mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi tim Satgas Antimafia Bola Polri yang hari ini telah melakukan penangkapan. Ini adalah komitmen janji tim pada publik bahwa tim ini serius," kata Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto dalam sebuah pernyataan terbuka kepada para awak media.


Gatot mengungkapkan bahwa dirinya memang pernah menanyakan komitmen satgas bentukan Polri saat dirinya dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Bahkan saat saya diperiksa kemarin di Bareskrim [Badan Reserse Kriminal], sebelum saya ditanya, saya tantang dulu penyidiknya, 'Ini serius tidak, Pak Polisi? Jangan sampai sekadar wacana?' [Pertanyaan Gatot tersebut dijawab:] 'Ini serius, Pak Gatot'," ucap Gatot bercerita.

Gatot berharap upaya memerangi kasus pengaturan skor dalam sepak bola Indonesia tidak seperti melihat gunung es dari permukaan.
Johar Lin Eng ditangkap polisi terkait kasus pengaturan skor.Johar Lin Eng ditangkap polisi terkait kasus pengaturan skor. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Tetapi harus maksimal hingga seakar-akarnya. Kami akan kooperatif untuk bantu tim [Satgas Penuntasan Mafia Pengaturan Skor Polri], tanpa harus bentuk tim lainnya. Dan kami komitmen untuk hadir lagi jika diperlukan."

"Harusnya PSSI kooperatif dan menyambut baik tim ini. Karena jika sukses, maka yang pertama merasa diuntungkan ya PSSI. Kami yakin PSSI kooperatif," kata Gatot.

Gatot dicecar 25 pertanyaan saat memenuhi panggilan Bareskrim Polri terkait pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Ia diperiksa selama tiga jam di Lantai 2 Gedung Ombudsman, Kuningan, Jakarta, Rabu (26/12).

Sementara itu Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono menyatakan PSSI menghormati langkah Polda Metro Jaya yang menangkap Johar.

"Intinya kalau spirit untuk membuat sepak bola menjadi bersih, lebih baik, PSSI sangat menghargai dengan semua upaya itu termasuk inisiatif dari kepolisian. Tetapi terkhusus kaitan terhadap kasus Pak Johar, tentu PSSI pernyataannya sederhana: hormati dan harus ikuti proses hukum, begitu ya. Tidak bisa terlampau jauh," ujar Joko kepada CNNIndonesia.com . (map/ptr)