Michael Schumacher Sang Legenda Formula Satu

CNN Indonesia | Kamis, 03/01/2019 19:30 WIB
Michael Schumacher Sang Legenda Formula Satu Michael Schumacher masih memegang rekor sebagai pebalap F1 dengan gelar juara dunia terbanyak. (AFP PHOTO / FILIPPO MONTEFORTE)
Jakarta, CNN Indonesia -- "You win a race, the next race it's a question mark. Are you still the best or not? That's what is funny. But that's what is interesting. And that's what is challenging. You have to prove yourself every time."

[Anda memenangkan sebuah balapan, namun balapan berikutnya tetaplah tanda tanya. Apakah dirimu masih yang terbaik? Hal itu memang aneh. Namun itu adalah yang menarik dan juga menantang. Dirimu harus membuktikan diri setiap waktu].

Michael Schumacher adalah legenda. Ia lebih dari sekadar bintang di Formula Satu. Bila sepak bola punya Diego Maradona, maka ajang jet darat itu punya Schumacher sebagai jawabannya. Kalimat di atas menggambarkan besarnya ambisi dan tekad yang dimiliki oleh Schumacher sepanjang kariernya.


Benetton belum pernah merasakan gelar juara dunia dan punya pebalap juara dunia. Namun ketika mereka berhasil mendatangkan Schumacher, nasib mereka berubah drastis.

Schumacher berhasil jadi juara dunia di tahun 1994 saat usianya 25 tahun dan kemudian mengulanginya setahun berikutnya. Schumacher benar-benar membawa kegembiraan untuk Benetton dan timnya.
Michael Schumacher sudah antusias ikut memikirkan perkembangan mobil dengan memerhatikan detail-detail kecil sejak awal kariernya di F1.Michael Schumacher sudah antusias ikut memikirkan perkembangan mobil dengan memerhatikan detail-detail kecil sejak awal kariernya di F1. (AFP PHOTO/Mark RALSTON)
Salah satu juru mekanik Benetton, Willem Toet, mengenang dengan baik kehebatan Schumacher di Benetton, termasuk ketika Schumacher meminta speedometer, sebuah hal yang tidak biasa di mobil F1.

"Salah satu hal yang dia minta adalah speedometer. Pertama, kami semua menertawakan. Kemudian ia menjelaskan kegunaan speedometer untuk mengetahui perbedaan transisi gigi saat melibas tikungan."

"Ketika ia kesulitan untuk melihat speedometer, ia memberikan saran untuk menampilkan display lebih banyak. Dia meminta speed sebenarnya di layar tengah, speed minimal di kiri, dan speed maksimal di kanan. Pada poin itu, kami semua terkejut," ucap Toet seperti dikutip dari FoxSports.

Toet lalu menceritakan pengalaman lain ketika Schumacher harus berlomba dengan masalah pada mobilnya.

"Michael memberi tahu kami bahwa ada masalah pada sistem perpindahan gigi. Tim kemudian memanggil mobil masuk pit, oli terlihat ada bagian belakang mobil, ternyata itu adalah oli hidrolik yang digunakan untuk perpindahan gigi."

"Transmisi gigi terhenti di gigi kelima. Bayangkan saya mulai menginjak gas dengan gigi lima di mobil kalian. Sebuah tantangan namun Michael Schumacher bisa mengatasinya dengan berkelas," tutur Toet.

Bos Benetton Flavio Briatore mengenang keputusannya untuk merekrut Schumacher sebagai keputusan yang tepat.

"Tidak ada satu pun yang yakin pada Michael Schumacher. Dia dianggap tak terlalu bagus, terlalu muda, dan sejumlah hal lainnya. Namun saya sangat yakin hingga semuanya berkata pada saya untuk merekrutnya."

"Michael tidak pernah komplain. Jika ada masalah dengan mobil, maka ia akan coba mengatasinya. Jika pebalap lain, mungkin mereka akan mengatakan bahwa mobil tersebut buruk," kata Briatore seperti dikutip dari Planet F1.

Sukses Schumacher di Benetton membuat Ferrari tertarik merekrutnya. Ferrari sudah lama tak memiliki pebalap juara dunia dan Schumacher diyakini Ferrari bisa jadi jawaban.

Setelah bergabung pada 1996, Schumacher harus jatuh-bangun sebelum akhirnya mampu menjadi juara dunia bersama Ferrari pada tahun 2000. Tak hanya sekali, Schumi bisa menjadi juara F1 lima musim beruntun sehingga menempatkannya sebagai pebalap F1 dengan gelar juara dunia terbanyak, bahkan hingga saat ini.

"Dia selalu konsisten dengan dirinya sendiri bahkan dalam situasi sulit. Hari ini kita bisa mengenang kemenangan yang ia dapatkan, namun dia butuh lima tahun untuk mewujudkannya. Ada kekalahan dan argumen di dalam proses itu."

"Saya sangat menyukai kegilaannya terhadap hal-hal detail. Bersama Schumi, kalian akan memahami bahwa detail kecil juga punya peran fundamental," ujar mantan Presiden Ferrari Luca Di Montezemolo seperti dikutip dari GPFans.
Michael Schumacher punya peran besar di balik kebangkitan Ferrari.Michael Schumacher punya peran besar di balik kebangkitan Ferrari. ( AFP PHOTO / VINCENZO PINTO)
Setelah berhasil berjuang dan menjadi yang terbaik di F1, Schumacher saat ini masih terus berjuang dalam kisah hidupnya. Kecelakaan saat bermain ski pada 29 Desember 2013 membuat Schumacher mengalami cedera parah.

Beragam rumor bermunculan dan sejak Desember 2016, kondisi kesehatan Michael Schumacher tidak lagi menjadi konsumsi publik.

Namun jelang perayaan ulang tahun Schumacher yang ke-50, istri Schumacher, Corinna merilis pernyataan tentang museum virtual Schumacher.

"Sebagai hadiah untuk dirinya [Schumacher, kalian, dan kami, Keep Fighting Foundation membuat musem virtual. The Official Michael Schumacher App akan dirilis, jadi kita semua bisa melihat kembali kesuksesan Michael."

"Kalian bisa yakin bahwa Schumacher ada di tangan terbaik dan kami mengusahakan segalanya untuk menolong dirinya," ucap Corinna seperti dikutip dari Mirror.

Selamat Ulang Tahun ke-50, Michael Schumacher! (ptr/bac)