Ketua Humas Tim Satgas Antimafia Bola Komisaris Besar Argo Yuwono menyatakan belum bisa membuka nama para tersangka tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intinya pemeriksaan ini berkaitan dengan kasus laporan ibu Lasmi," ujar Argo.
Ketua Humas Tim Satgas Antimafia Bola Komisaris Besar Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Fajrian) |
Nurul Safarid juga sempat hadir pada pertemuan yang melibatkan banyak pihak untuk membantu kemenangan Persibara atas PS Pasuruan pada pertengahan Oktober 2018 di Hotel Central Banjarnegara.
"Di situ hadir pula perangkat pertandingan yakni wasit atas nama Nurul Safarid, dua asisten wasit, wasit cadangan Chalid Hariyanto, serta pengamat pertandingan," kata Argo beberapa waktu lalu.
Berlinton Dicecar Soal Prosedur Uang
Sementara itu, usai diperiksa Berlinton mengaku dicecar 27 pertanyaan oleh polisi. Dia banyak ditanyai soal aliran dana PSSI organisasi sepak bola Indonesia itu.
"Saya jelaskan sesuai dengan fungsi saya sebagai bendahara yaitu mengelola. Saya jawab dengan tegas dan organisasinya seperti apa di keuangan dan menyangkut pihak lain," jelas Berlinton.
"Prosedur pengeluaran uang itu harus ada. Kami mengelola itu. Jika ada permintaan departemen. Pasti akan kami keluarkan. Itu yang kami jelaskan," lanjut dia.
Bendahara PSSI Berlinton Siahaan (kiri) hadiri panggilan polisi. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H) |
"Jika tidak diselesaikan masalah ini akan berlarut dan mempengaruhi kompetisi, sponsor-sponsor akan melihat kita apakah ini dapat dilanjutkan atau tidak. Jadi saya sangat membantu," tegas dia.
Lihat juga:Coutinho Merana, Coutinho Tersiksa |
"Karena seperti teman teman ketahui saya di PSSI jarang ke sana ya. Apapun itu tidak mengganggu operasional yang ada," ujarnya. (ctr/jun)
Ketua Humas Tim Satgas Antimafia Bola Komisaris Besar Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Fajrian)
Bendahara PSSI Berlinton Siahaan (kiri) hadiri panggilan polisi. (CNN Indonesia/M. Arby Rahmat Putratama H)