Dipukul Pacquiao, Pelatih Mati Rasa

CNN Indonesia | Jumat, 18/01/2019 18:29 WIB
Dipukul Pacquiao, Pelatih Mati Rasa Manny Pacquiao bakal menghadapi Adrien Broner pada akhir pekan ini. (REUTERS/Las Vegas Sun/Steve Marcus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang duel tinju lawan Adrien Broner, pelatih Manny Pacquiao, Freddie Roach menyatakan bahwa Pacman tetap punya pukulan yang kuat meskipun kini sudah berusia 40 tahun.

Pacquiao akan menghadapi Adrien Broner pada Sabtu (17/1). Laga nanti akan memperebutkan sabuk kelas welter reguler WBA.

Meski sudah berusia 40 tahun, Pacquiao diyakini Roach tetap punya kekuatan yang menakutkan. Roach mengaku sudah merasakan sendiri kekuatan pukulan Pacquiao.


"Dia melepaskan pukulan ke dada saya [dalam sebuah sesi latihan] dan seluruh tubuh saya mati rasa. Kekuatannya benar-benar luar biasa," kata Roach seperti dikutip dari Boxingscene.

Roach yakin naluri bertarung Pacquiao sudah kembali setelah Pacman mendapatkan kemenangan KO atas Lucas Matthysse di pertarungan terakhirnya.
Freddie Roach menegaskan pukulan Manny Pacquiao tetap kuat di usia 40 tahun.Freddie Roach menegaskan pukulan Manny Pacquiao tetap kuat di usia 40 tahun. (REUTERS/Las Vegas Sun/Steve Marcus)
"Saya antusias menanti laga ini. Dia mendapatkan kemenangan KO pertama dalam enam tahun. Naluri membunuh dalam dirinya sudah kembali," ucap Roach.

Roach dan Pacquiao sendiri sempat berselisih paham usai Pacquiao kalah dari petinju Australia, Jeff Horn di 2017. Meski kekalahan itu terbilang kontroversial karena Pacquiao terlihat lebih dominan, Roach mengingatkan Pacquiao bahwa karier politikus dan petinju tidak bisa dilakukan sama baiknya secara bersamaan.

"Saya tak mengatakan jalan mana yang harus dipilih. Saya hanya mengatakan bahwa Pacquiao seharusnya melakukan salah satu dari dua hal itu."

"Setelah itu kami tidak berbicara untuk waktu yang lama. Saya menghubungi Manny dan juga meninggalkan pesan namun dia tak membalasnya. Jadi saya pikir dia telah memecat saya," ujar Roach.

Roach dan Pacquiao baru kembali memperbaiki hubungan mereka pada bulan November.

"Dia meminta maaf karena tak mengundang saya pada laga lawan Matthysse namun saya berkata bahwa hal itu tidak perlu dipedulikan karena sudah berlalu."

"Kami kemudian kembali bernegosiasi seperti sebelumhya," tutur Roach. (ptr/sry)