Ahok resmi menghirup udara bebas setelah menjalani kurungan selama dua tahun di rumah tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, hari ini, Kamis (24/1).
Lihat juga:Vigit Waluyo Diperiksa di Mapolda Jawa Timur |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia [Ahok] itu yang sangat perhatian, mendorong, dan juga menunjukkan kesiapan Asian Games di Jakarta. Ini fakta yang tidak dapat dipungkiri," katanya menambahkan.
Basuki Tjahaja Purnama ketika bermain futsal bersama warga Cipinang Muara. (CNN Indonesia/Aghnia Rahmi Syaja'atul Adzkia) |
"Dulu itu kan jadi perdebatan antara Pak Roy dan Pak Ahok. Di era Pak Imam jadi Menteri [Pemuda dan Olahraga RI], Pak Imam berkenan menandatangani surat rekomendasi. Dengan adanya surat rekomendasi itu, Pemda DKI bisa mengawali pembangunan MRT yang bisa kita nikmati ini," ucap Gatot.
Meskipun pembangunan MRT itu tidak terpakai saat Asian Games 2018 lantaran belum selesai hingga sekarang, Gatot tetap menilai Ahok sebagai sosok yang memiliki perhatian yang cukup tinggi ke olahraga.
Lebih lanjut Gatot juga mengatakan Ahok merupakan sosok yang tegas dan ikut aturan. Tak hanya itu, Ahok juga dinilai berani.
"Yang jelas, beliau [Ahok] berani pegang komitmen. Dia juga berani menjanjikan bonus atlet untuk DKI Jakarta di PON [Pekan Olahraga Nasional] 2016," ujar dia.
Kontingen DKI Jakarta protes. Namun Ahok mengaku tidak bisa mengurus permasalahan itu dengan alasan sedang non-aktif dan cuti untuk kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017. (nva/har)
Basuki Tjahaja Purnama ketika bermain futsal bersama warga Cipinang Muara. (CNN Indonesia/Aghnia Rahmi Syaja'atul Adzkia)