Menurut jadwal, Gatot dipanggil pada Rabu (26/12). Ia mengaku surat pemanggilan sudah diterima pada Senin (17/12). Setelah ditanya lebih lanjut, pemanggilan itu untuk meminta keterangan terkait pernyataan Gatot di media beberapa waktu lalu menyangkut isu pengaturan skor.
"Yang diundang pada hari terpisah ada beberapa pihak. Hari ini, BOPI [Badan Olahraga Profesional Indonesia] dan PSSI. Lalu hari Rabu (26/12) ada dari pemerintahan," kata Gatot yang ditemui CNNIndonesia.com di Kantor Kemenpora, Jumat (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria tak memenuhi panggilan Kabareskrim Polri. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama) |
"Biarkan apa yang ada di kepolisian berjalan. Kami bersikap kooperatif, kalau diundang datang, kalau diminta informasi lebih lanjut akan kami penuhi. Semoga harapan publik terhadap tim ini untuk bekerja sungguh-sungguh jangan sampai dianggap naik-turun," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima CNNIndonesia.com, seharusnya ada empat nama yang dipanggil Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan.
Selain Manajer Madura FC, Januar Herwanto, Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria, Direktur Utama PT. Liga Indonesia Baru (LIB) Berlinton Siahaan, Ketua BOPI Richard Sam Bera dan Sekjen BOPI, Andreas Marbun, juga dipanggil Bareskrim. Namun, Ratu Tisha dan Berlinton diketahui tidak hadir, sedangkan perwakilan BOPI dan Januar hadir memenuhi panggilan. Keduanya meminta penundaan panggilan kepada penyidik Bareskrim yang waktunya belum diketahui.
"Harapan saya minggu depan harus dipenuhi panggilannya. Biasanya kalau tidak datang bakal ada panggilan berikutnya. Jangan sampai terkesan PSSI mau dibantu kok malah menghindar," tandas Gatot. (ttf/bac/jun)
Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria tak memenuhi panggilan Kabareskrim Polri. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)