Persib vs Persiwa, Dirigen Viking Keluhkan Sikap PSSI

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 14:50 WIB
Persib vs Persiwa, Dirigen Viking Keluhkan Sikap PSSI Pendukung Persib Bandung memenuhi stadion menyaksikan laga Liga 1. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dirigen Viking Persib Club (VPC), Yana Umar, menyebut PSSI tidak tegas menjalankan peraturan terkait penundaan laga Persib Bandung melawan Persiwa Wamena dalam leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia 2018-2019.

Awalnya laga itu direncanakan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 4 Februari. Namun Sekjen PSSI Ratu Tisha melalui surat nomor: 419/AGB/52/II-2019 menetapkan perubahan jadwal pertandingan karena alasan stadion yang tidak layak pakai, sehingga laga baru akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pukul 15.00 WIB pada Senin (11/2).

"Ya saya mah [harapan] mendatang untuk PSSI, kalau memang benar ingin profesional, lebih baik, ya aturannya harus diberlakukan. Jangan bikin aturan sendiri, tapi dilanggar sendiri juga. Padahal PSSI sendiri yang bikin aturan," kata Yana kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (6/2).


"Jadi tidak tahu kenapa, [PSSI] kurang kasih sayang atau bagaimana? Memang PSSI itu [pengurusnya] harus diganti semua. Jangan menggantungkan hidup atau cari uang di PSSI karena itu tidak akan memajukan PSSI," katanya menambahkan.

Pertandingan kedua menghadapi Persiwa ditunda lantaran Dinas Penataan Ruang Kota Bandung dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung menemukan adanya keretakan bangunan pendamping dari bangunan utama GBLA. Surat PSSI bernomor 416/AGB/51/II-2019 juga menyinggung masalah penurunan tanah akibat konsolidasi tanah di sekeliling bangunan Stadion GBLA.

Persib vs Persiwa, Dirigen Viking Keluhkan Perilaku PSSIPemain Persib Bandung berlatih di masa pramusim. (CNNIndonesia/Huyogo Simbolon)
Sementara Yana yang mengakui mengikuti perkembangan persoalan penundaan laga tersebut mengatakan izin untuk menyelenggarakan pertandingan sebenarnya sudah keluar.

"Di saat izin sudah keluar, entah kenapa dua hari lagi dibatalkan. Izinnya dicabut lagi, tadinya sudah bisa main. Begitu, itu pernyataan dari pihak Panpel [panitia pelaksana Persib vs Persiwa] sendiri," ucap Yana.

"Maka dari itu, begitu tidak ada izin, dari pihak panpelnya langsung komunikasi dengan pihak PSSI bahwa pertandingan tidak bisa digelar. Pihak PSSI lalu mengundurkan pertandingan," ucapnya melanjutkan.

Efek dari penundaan tersebut, sebagian dari pendukung Persib dengan tegas di media sosial menyatakan agar tim Maung Bandung mengundurkan diri atau walk out (WO). Yana memaklumi keinginan tersebut.

"Bobotoh itu kan banyak ya. Ada yang frontal ingin WO, ada yang tidak, Itu balik ke hak masing-masing," ujar Yana.

"Maksudnya, balik lagi ke masing-masing. Yang mau nonton silahkan, tidak mau nonton silahkan. Ada kebijakan lain mungkin dari PSSI," ujarnya kembali.

Yana menilai bobotoh akan menerima seandainya Persib harus mengundurkan diri dari Piala Indonesia karena sudah menjadi risiko lantaran tidak mampu menyelenggarakan pertandingan tepat waktu.

"Kalau sekarang mah ya saya lebih cederung ke PSSI saja yang tidak tegas. PSSI seolah-olah menjerumuskan Persib juga sebenarnya, padahal Persib sama sekali meminta untuk diundur. Persib hanya memberitahukan bahwa pertandingan tidak jadi digelar karena surat izin dari polisi dicabut lagi."

"Kalau menurut saya yang nonton [Persib vs Persiwa] tetap ada, tapi tidak se-'wah' kemarin. Susah sih ya. Kemarin minta WO, lalu besok Persib main masa tetap nonton? Euforianya yang paling tinggi itu kemarin (4/2)," kata Yana. (nva/bac)