Kasus Pengaturan Skor Segera Masuk Babak Baru

CNN Indonesia | Kamis, 07/02/2019 18:05 WIB
Kasus Pengaturan Skor Segera Masuk Babak Baru Karopenmas Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo memperlihatkan identitas tersangka yang sudah ditahan terkait kasus mafia bola yang dilaksanakan di Div Humas Mabes Polri pada pertengahan Januari 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola bentukan Badan Reserse Kriminial Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) akan segera mengirim hasil penyelidikan tentang dugaan pengaturan skor dalam liga sepak bola Indonesia ke jaksa penuntut umum.

Hal tersebut disampaikan Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono kepada CNNIndonesia.com pada Kamis (7/2).
"Penyidik satgas anti mafia bola sedang proses penyelesaian berkas perkara untuk secepatnya dikirim ke jaksa penuntut umum (JPU)," kata Syahar.

Sementara itu Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo melanjutkan setelah berkas dikirim ke JPU, Satgas Anti Mafia Bola tinggal menunggu hasil pemeriksaan.

"Dan apabila sudah lengkap, maka jaksa kirim surat P21. Baru setelah itu penyidik melaksanakan tahap dua penyerahan tersangka dan barang bukti," ucap Dedi.


Hingga saat ini Satgas Anti Mafia Bola terus bekerja memeriksa sejumlah pelaku olahraga untuk mengusut pengaturan skor di dunia sepak bola Indonesia.

Dua petinggi PSSI, Joko Driyono dan Ratu Tisha, mendapat panggilan Satgas Anti Mafia Bola. (CNN Indonesia/Aini Putri Wulandari)
Terakhir Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto diperiksa sebagai saksi atas kasus dugaan pengaturan skor pertandingan antara PSS Sleman melawan Madura FC pada Liga 2 musim lalu. Pemeriksaan Gatot sebagai saksi dilakukan di Kantor Dit Tipidkor Bareskrim Polri, Lantai 2 di Gedung Ombudsman RI pada Kamis (7/2).

Selain itu penyidik dari Satgas Anti Mafia Bola melakukan penggeledahan di sejumlah kantor, yakni kantor PSSI di Kemang dan FX, kantor PT Liga Indonesia (LI) dan PT Gelora Trisula Semesta (GTS) menjelang akhir pekan lalu.

Satgas pun menemukan dokumen keuangan Persija yang dirusak, dalam penggeledahan tersebut ditemukan bukti berupa laporan keuangan dari PT LI dan GTS. Hal ini tidak menutup kemungkinan pihak kepolisian akan memanggil manajemen Persija untuk dimintai keterangan perihal dokumen yang rusak tersebut.

Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono, sekretaris jenderal PSSI Ratu Tisha dan petinggi PT LIB juga sempat mendapat panggilan dari Satgas Anti Mafia Bola.

Sampai sekarang Satgas Anti Mafia Bola sudah menetapkan 11 tersangka kasus pengaturan skor. Enam tersangka diantaranya sudah ditahan. Polisi juga sudah memproses 4 dari 73 laporan terkait kasus pengaturan skor sepak bola di liga Indonesia dari berbagai level divisi. (nva/jun)