Salah satu momen terbaik saya di timnas terjadi dalam gelaran Piala Asia 2000. Saat itu, saat Indonesia berhasil menahan imbang Kuwait 0-0 pada laga perdana fase Grup D.
Saya melakukan beberapa penyelamatan penting di laga ini dan dinobatkan sebagai man of the match. Media-media luar menjuluki saya Fabian Barthez dari Indonesia. Mungkin karena rambut saya baru botak seperti Barthez.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendro Kartiko dijuluki Fabian Barthez Indonesia oleh media-media asing. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama) |
Tapi, saya tak peduli apa kata suporter. Bagi saya mereka punya dunia dan semangat sendiri yang harus kita hargai apa adanya. Yang pasti saya tidak pernah tersinggung dengan ulah suporter dari tribune.
Ejekan itu saya bisa balas dengan penampilan baik di lapangan. Saya pun masih dipercaya mengawal gawang Timnas Indonesia di gelaran Piala Asia 2004. Ajang ini juga masuk daftar momen terbaik dalam karier saya.
Kami meraih kemenangan 2-1 atas Qatar pada laga perdana Grup B. Dua gol kemenengan Indonesia dicetak Budi Sudarsono dan Ponaryo Astaman. Saya mendapat gelar man of the match setelah pertandingan.
Namun, kami kembali gagal menebus dosa. Indonesia kembali tersingkir dari fase grup lantaran kalah dari China dan Bahrain di laga selanjutnya. Saya juga gagal mempersembahkan gelar juara di beberapa edisi meski sering menembus final. Apa mau dikata, saya harus pensiun dari Timnas Indonesia tanpa gelar.
Hendro Kartiko saat ini menjabat sebagai pelatih kiper di Timnas Indonesia U-22. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama) |
Tapi saya tetap penasaran meraih gelar bersama Timnas Indonesia. Setelah gagal sebagai pemain, mungkin saya masih diberi kesempatan untuk mempersembahkan trofi sebagai pelatih. Saat ini saya punya kesempatan untuk mewujudkannya bersama Timnas Indonesia U-22. Pelatih Indra Sjafri mempercayakan saya untuk menempa kiper-kiper muda di skuat Garuda.
Saya tak bisa memaksakan pemain muda untuk meniru karakter saya di lapangan. Meledak-ledak, tegas, tapi juga tenang menghadapi situasi sulit di lapangan. Saya hanya bisa membagi pengalaman di lapangan, termasuk bagaimana harus melewati kenangan pahit. Karena setiap orang bisa bangkit dari keterpurukan apabila bersedia iklhas dan mau bekerja lebih keras untuk memperbaiki diri.
Anda harus tahu: Perjalanan karier saya di Timnas Indonesia tak selamanya berjalan mulus. Ada masa kelam yang tersisa di kepala. Tapi saya iklhas dan berusaha menebusnya dengan penampilan terbaik di hari-hari ke depan.
Jujur saya berharap bisa menebus 'dosa' dengan mengabdi kepada negara. Saya berharap pemain muda kita bisa memperbaiki kesalahan para seniornya kelak. Termasuk mempersembahkan gelar yang belum sempat kami raih pada masa itu. (jun/har)
Hendro Kartiko dijuluki Fabian Barthez Indonesia oleh media-media asing. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Hendro Kartiko saat ini menjabat sebagai pelatih kiper di Timnas Indonesia U-22. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Hendro Kartiko menjadi andalan Timnas Indonesia di pertengahan 1990an hingga pertengahan 2000an. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Hendro Kartiko menjadi andalan Timnas Indonesia sebagai pengganti Kurnia Sandy. (FREDERIC BROWN / AFP)
Hendro Kartiko masih menyimpan luka terkait Sepak Bola Gajah di Piala AFF 1998. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)