Jokdri Tersangka, Pukulan Telak bagi Sepak Bola Indonesia

CNN Indonesia | Sabtu, 16/02/2019 08:24 WIB
Jokdri Tersangka, Pukulan Telak bagi Sepak Bola Indonesia Joko Driyono. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penetapan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) sebagai tersangka menjadi pukulan telak bagi sepak bola Indonesia. Demikian yang disampaikan pengamat sepak bola, Mohamad Kusnaeni, kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon pada Jumat (15/2).

Sebelumnya Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan Jokdri menjadi tersangka atas perusakan dan pencurian barang bukti yang dilakukan oleh tiga orang tersangka lain yang telah ditetapkan pekan lalu.

"Tentunya sedih dan prihatin [Jokdri jadi tersangka]. Bagaimanapun Jokdri saat ini adalah orang nomor satu di PSSI. Penetapan beliau sebagai tersangka jelas merupakan pukulan bagi sepak bola Indonesia," kata Kusnaeni.


"Yang pasti, upaya membongkar persolan pengaturan skor harus jalan terus. Sampai tuntas. Tidak berhenti sampai di sini," katanya menambahkan.

Jokdri ditetapkan sebagai tersangka usai Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola menggeledah apartemen pemilik saham mayoritas klub Persija Jakarta tersebut pada Kamis (14/2).

Penggeledahan dilakukan di Apartemen Taman Rasuna, Jakarta Selatan pada Kamis (14/2) sekitar pukul 22.00 WIB.

Penggeledahan tersebut dilakukan berdasarkan pada Laporan Polisi Nomor LP/6990/XII/2018/PMJ/Ditreskrimum tanggal 19 Desember 2018, Penetapan ketua PN Jaksel Nomor: 007/Pen.Gled/2019/PN.Jkt.Sel, serta Penetapan ketua PN Jaksel Nomor: 011/Pen.Sit/2019/PN.Jkt.Sel.

"Kalau dari perspektif internal PSSI, mungkin dampaknya [dari penetapan tersangka Jokdri] dianggap tidak signifikan. Toh PSSI pernah mengalami periode cukup lama di mana ketua umumnya berada di balik terali besi [era Nurdin Halid]," ucap Kusnaeni.

"Tapi dari perspektif publik, ini kan dimaknai bahwa persoalan pengaturan skor tidak main-main. Bahkan orang nomor satu PSSI jadi tersangka," ucapnya melanjutkan.

Kusnaeni mengatakan kejadian ini harus menjadi bahan perenungan yang serius bagi para stakeholders PSSI. Terutama para pemilik suara seperti klub-klub liga indonesia dan Asosiasi Provinsi.

"Semoga tidak menganggap ini sebagai business as usual. Tapi serius berintrospeksi dan berani melakukan perubahan ke arah yang lebih baik," ujar dia.

Mengenai pentingnya menggelar Kongres Luar Biasa untuk memilih ketua umum, Kusnaeni menerangkan hal tersebut kembali kepada sensitivitas internal PSSI. "Apakah mereka melihat situasi saat ini sudah memprihatinkan atau dianggap biasa saja," ujarnya melanjutkan.

Jokdri menjabat sebagai Plt Ketua Umum PSSI sejak Gubenur Sumatera Utara Edy Rahmayadi memutuskan untuk mundur pada Kongres PSSI 2019 di Hotel Sofitel.

Edy kemudian menyerahkan kekuasaan tertinggi sepak bola Indonesia ke Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono. Untuk sementara, Joko memimpin PSSI dengan status Plt Ketum PSSI.

Dengan ditetapkannya Jokdri sebagai tersangka, status Plt Ketua Umum PSSI kemungkinan beralih ke Iwan Budianto yang sebelumnya diangkat sebagai Wakil Ketua Umum setelah Edy mundur.

[Gambas:Video CNN]

(map/ard)