PSSI Gelar Rapat Darurat Pasca-Joko Driyono Tersangka

CNN Indonesia | Sabtu, 16/02/2019 08:36 WIB
PSSI Gelar Rapat Darurat Pasca-Joko Driyono Tersangka Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono. (CNN Indonesia/Arby Rahmat Putratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komite Eksekutif (Exco) PSSI akan segera menggelar rapat darurat pasca Pelaksana Tugas Ketua Umum Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka.

Joko ditetapkan sebagai tersangka kasus yang berdasar pada Laporan Polisi Nomor: LP/03/II/2019/Satgas, tanggal 1 Februari 2019.

Ia dijerat tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah terpasang garis polisi oleh penguasa umum, sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHP dan/atau pasal 265 KUHP dan/atau pasal 233 KUHP, yang terjadi pada pada Jumat, 1 Januari 2019, di Kantor Komisi Disiplin PSSI di Jl. Taman Rasuna Timur Menteng Atas, Jakarta Selatan.


Anggota Exco PSSI Gusti Randa membenarkan mengenai rapat tersebut.

"Iya [rapat darurat], besok (17/2) malam. Agendanya belum tahu, nanti Sekjen [PSSI, Ratu Tisha Destria] yang menyusun," pungkas Gusti kepada CNNIndonesia.com pada Sabtu (16/2) pagi.

CNNIndonesia.com coba menghubungi Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria terkait hal tersebut. Hingga berita ini dibuat, ia belum memberikan jawaban.

Sementara itu anggota Exco PSSI Refrizal menyebut Iwan Budiyanto bakal segera menggantikan Joko Driyono (Jokdri) sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (Plt PSSI).

"Saya juga terkejut juga dengarnya, dan kemudian baca dan dikirim link berita Jokdri jadi tersangka. Kalau hukum memang memiliki bukti lengkap, prosesnya harus dijalani," kata Refrizal.

"Kami masih ada Wakil Ketua Umum Pak Iwan Budianto. Kalau KLB [Kongres Luar Biasa] tidak bisa serta merta. Kalau mau ganti [Ketua Umum PSSI lewat KLB], harus ada permintaan dari pemilik suara PSSI atau Exco. Itu aturan statutanya," katanya menambahkan.

Penunjukkan Iwan untuk menjadi Plt Ketua Umum PSSI sesuai dengan Pasal 39 Ayat 6 dari Statuta PSSI. Di situ disebutkan, 'Apabila Ketua Umum tidak ada atau berhalangan, maka Wakil Ketua Umum dengan usia tertua akan menggantikannya.'

Mengenai KLB, Exco PSSI mengadakan itu jika 2/3 dari jumlah anggota membuat permohonan tertulis. Permintaan ini harus mencantumkan agenda yang akan dibicarakan. KLB harus diadakan dalam waktu tiga bulan setelah diterimanya permintaan tersebut.

Apabila KLB tidak diadakan Exco setelah mendapat permohonan tertulis, anggota yang memintanya dapat mengadakan kongres sendiri. Sebagai usaha terakhir, anggota bisa meminta bantuan dari FIFA. Namun apabila KLB diadakan atas inisiatif Exco, maka Exco harus menyusun agenda kongres.

Lebih lanjut, Refrizal mengaku mendapat laporan penggeledahan apartemen Jokdri pada Jumat pagi. Ia kemudian berkomunikasi dengan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria.

"Sekjen juga bilang agar tetap fokus jalankan program PSSI dari 2018. Dan nanti masih ada Piala Presiden, Piala Indonesia. Dan waktu dekat ini ada RUPS [Rapat Umum Pemegang Saham] PT Liga Indonesia Baru [pada 18 Februari]," ucap politikus dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

"Maka dari itu, kami [pengurus PSSI] pun justru stand by di Jakarta. Ini saya terkejut juga atas penggeledahannya di apartemen Pak Joko," ucapnya melanjutkan.

Refrizal mengatakan PSSI tetap menjalani tugas masing-masing meski sedang dihantam musibah.

"Tidak ada ketakutan-ketakutan, kalau kami profesional urus bola. Yang kami pikirkan bagaimana sepak bola berjalan dengan baik. Kalau tidak bisa berjalan dengan baik, yang jadi korban semuanya," ujar pria berusia 59 tahun itu.

"Apalagi kalau disanksi FIFA, kami tidak mau. Salah satu pesan Pak Edy Rahmayadi [mantan Ketua Umum PSSI sekaligus Gubernur Sumatera Utara] adalah PSSI organisasi besar jangan sampai dikhianati. Itu yang kami jalankan," ujarnya kembali.

Tak hanya itu, Refrizal pun berharap supaya PSSI tidak goyah dengan kabar tersebut.

"PSSI dengan ini jangan terguncang. Kami harus menjalankan organisasi ini dengan baik dan tertib," tutur dia.


---

Catatan Redaksi: Judul berita diubah dari semula PSSI Gelar Rapat Darurat Pasca Penangkapan Joko Driyono menjadi judul saat ini karena terjadi kesalahan.
(map/ard)