Harus diakui pengalaman Joko patut diapresiasi. Pemilik saham mayoritas klub Persija Jakarta ini salah satu orang yang paling lama berada di PSSI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kongres tahunan PSSI di Hotel Sofitel pada Minggu (20/1), Joko ditunjuk Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang memutuskan untuk mundur sebelum masa jabatannya berakhir pada 2020.
PSSI hanya memiliki satu orang Wakil Ketua yakni Joko. Sedangkan Iwan Budianto sudah tidak lagi menjabat sebagai Wakil Ketua Umum II sejak 27 Januari 2017.
Jabatan Iwan berubah menjadi Kepala Staf Ketua Umum karena Edy menilai tidak lazim PSSI memiliki dua orang Wakil Ketua Umum.
Namun nahas, masa jabatan Joko di pucuk kepemimpinan kekuasaan sepak bola Indonesia tidak sampai satu bulan atau hanya 26 hari. Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus yang berdasar pada Laporan Polisi Nomor : LP/03/II/2019/Satgas, tanggal 01 Februari 2019.
Joko kena tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah terpasang garis polisi oleh penguasa umum, sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHP dan/atau pasal 265 KUHP dan/atau pasal 233 KUHP, yang terjadi pada hari Jumat tanggal 1 Januari 2019 di Kantor KOMDIS PSSI Jl. Taman Rasuna Timur Menteng Atas Kec. Setia Budi Jakarta Selatan.
Sebelumnya, Satgas Anti Mafia Bola menggeledah apartemen milik Joko. Penggeledahan dilakukan di Apartemen Taman Rasuna, Jakarta Selatan pada Kamis (14/2) sekitar pukul 22.00 WIB.
Keesokan harinya, pihak Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola bentukan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia, menetapkan Joko sebagai tersangka.
Pihak kepolisian juga sudah mengirim surat permohonan pencekalan atas nama Joko Driyono ke imigrasi.
[Gambas:Video CNN]
(map/ard)