Kerap Diteror, Pelapor Kasus Pengaturan Skor Cari Bantuan

CNN Indonesia | Rabu, 27/02/2019 17:02 WIB
Kerap Diteror, Pelapor Kasus Pengaturan Skor Cari Bantuan Lasmi Indaryani (kanan) cari perlindungan karena kerap diteror. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Eks manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani mengaku masih terus menerima teror dari sejumlah orang. Hal ini mendorong Lasmi untuk melapor kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Lasmi yang merupakan pelapor kasus pengaturan skor di sepak bola Indonesia bercerita bahwa ia mendapat bermacam teror yang sifatnya intimidasi hingga ancaman. Ia menduga teror itu bertujuan untuk membungkamnya.

"Mereka seperti mengintimidasi saya, mungkin agar tidak bersuara di sini atau mungkin berharap saya mencabut kasus ini," ujar Lasmi usai menemui penyidik Satgas Anti Mafia Bola di Polda Metro Jaya, Rabu (27/2).


Lasmi enggan membeberkan jenis teror yang ia terima. Namun ia mengaku sudah mengadukan hal ini kepada penyidik. Dari sana terjadi kesepakatan agar Lasmi melaporkan teror tersebut kepada LPSK.

"Saya ceritakan ke Satgas dan kuasa hukum, ada beberapa teror yang tujuannya untuk mengintimidasi saya, mendesak seakan saya yang seharusnya tersangka dan sebagainya," imbuh Lasmi.

Lasmi diminta melapor ke LPSK.Lasmi (tengah) diminta melapor ke LPSK. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Menurut Lasmi, teror yang ia terima mulai berdatangan setelah menjadi narasumber di acara Mata Najwa pada 19 Desember 2018. Ia menduga asal teror itu muncul tak lain berasal dari orang-orang yang tidak suka terkuaknya keberadaan mafia di sepak bola Tanah Air.

Boyamin Saiman, kuasa hukum Lasmi, mengatakan pelaporan ke LPSK akan mereka jalani pada Jumat (1/3) nanti. Dengan kondisi saat ini, Boyamin menilai kliennya memenuhi kriteria sebagai saksi yang harus dilindungi.

"Kami juga sudah sampaikan kepada Satgas bahwa oleh komdis PSSI, Mbak Lasmi dinyatakan sebagai whistle blower yang menurut statuta FIFA harus dilindungi," jelas Boyamin.

Pada Desember lalu Lasmi bersama ayahnya, Budhi Sarwono, membeberkan skandal pengaturan skor di acara Mata Najwa. Saat itu ia bercerita dirinya diminta membayar sejumlah uang kepada Prayitno dan Anik Yuni Artika Sari.

Setelah kesaksiannya di layar kaca, Lasmi langsung mengadukan Prayitno dan Anik ke Satgas Anti Mafia Bola. Kasus itu terus berkembang hingga saat ini. (bin/jun)