Tuchel Bela Kemarahan Neymar Usai PSG Disingkirkan MU

CNN Indonesia | Kamis, 07/03/2019 15:00 WIB
Tuchel Bela Kemarahan Neymar Usai PSG Disingkirkan MU Pelatih PSG, Thomas Tuchel, bela kemarahan Neymar usai Les Parisiens disingkirkan Manchester United dari Liga Champions. (Reuters/John Sibley)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Paris Saint Germain (PSG) Thomas Tuchel membela kemarahan Neymar di akun media sosial usai tim mereka disingkirkan Manchester United dari Liga Champions 2018/2019.

PSG tersingkir setelah kalah 1-3 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Rabu (6/3) malam waktu setempat. Setan Merah lolos ke perempat final karena unggul jumlah gol tandang dengan agregat 3-3.

Usai laga itu Neymar meluapkan kemarahannya melalui akun media sosial karena wasit Damir Skomina seharusnya tak menghadiahi penalti kepada Setan Merah saat injury time babak kedua.


Skomina menunjuk titik putih setelah bola hasil tendangan Diogo Dalot mengenai tangan Presnel Kimpembe. Sang wasit mengambil keputusan setelah melihat VAR. Penalti Rashford kemudian memastikan kemenangan 3-1 Man United atas PSG dan lolos ke babak perempat final Liga Champions.

"Ini memalukan. Mereka tetap membiarkan empat orang [wasit] yang tidak tahu sepak bola untuk melihat tayangan ulang sepak bola, ini tidak boleh terjadi," tulis Neymar di Insta Story akun Instagramnya dikutip dari Daily Mail.

"Bagaimana bisa dia [Kimpembe] menarik tangannya ketika dia menghadap ke belakang. Oh, persetan dengan kalian."

Neymar ikut menyaksikan dari tribune VVIP, laga PSG melawan Manchester United. (Neymar ikut menyaksikan dari tribune VVIP, laga PSG melawan Manchester United. (REUTERS/Christian Hartmann)
Neymar sendiri masih absen saat PSG vs Man United karena menjalani pemulihan cedera metatarsal.

Menanggapi kemarahan Neymar tersebut, Tuchel menganggapnya sangat wajar. Reaksi Neymar disebut Tuchel sebagai emosi sesaat.

"Tentu saja itu reaksi yang kuat. Kadang setelah pertandingan besar, Anda menggunakan kata-kata dan bereaksi secara emosional, kemudian Anda harus menenangkan diri beberapa jam kemudian."

"Dia ingin sekali kembali bersama kami [PSG] jika kami perempat final dan dia benar-benar berharap banyak di momen-momen kami bermain sehingga jangan terlalu keras kepadanya," ucap Tuchel usap pertandingan seperti dikutip dari Mirror.

Tuchel sendiri enggan mengomentari kata-kata yang ditulis Neymar tersebut dalam media sosialnya.

"Saya enggan menafsirkan kata-kata yang digunakannya. Di momen yang panas ini, semua bisa cepat ditulis dalam telepon pintar," ujar Tuchel. (bac/har)