ANALISIS

Dominasi 50 Persen Inggris yang Terulang di Liga Champions

Surya Sumirat, CNN Indonesia | Kamis, 14/03/2019 10:55 WIB
Dominasi 50 Persen Inggris yang Terulang di Liga Champions Man United jadi salah satu tim Inggris yang dominasi perempat final Liga Champions musim ini. (Reuters/Jason Cairnduff)
Jakarta, CNN Indonesia -- Liga Primer Inggris menempatkan empat wakilnya di babak perempat final Liga Champions 2018/2019. Capaian itu mengulang momen 10 tahun silam ketika empat klub asal Negeri Ratu Elizabeth tersebut berada di perempat final.

Berdasarkan koefisien UEFA, empat tim Inggris berhak berada di fase grup Liga Champions musim ini. Keempat klub tersebut Manchester United, Manchester City, Liverpool, dan Tottenham Hotspur.

Akan tetapi hanya Man City yang memiliki perjalanan mulus di fase grup. Liverpool harus bersaing dengan Paris Saint-Germain dan Napoli untuk bisa mencapai babak 16 besar, begitu juga dengan Tottenham yang berjuang melawan Inter Milan demi menjadi pendamping Barcelona.


Sementara, Man United sedikit dinaungi keberuntungan bisa menang di kandang Juventus (2-1) untuk mengunci posisi runner-up Grup H.

Di babak 16 besar yang menjadi fase gugur tahap pertama, empat tim Inggris kembali dipayungi Dewi Fortuna. Maklum, melihat hasil undian babak 16 besar, tampak sulit bagi sebagian tim Inggris untuk lolos ke perempat final.

Tottenham yang sempat tertatih-tatih di Grup B harus bertemu Borussia Dortmund, yang di fase grup tampil impresif serta lolos sebagai juara Grup A.

Man United yang inkonsisten sejak awal musim bertemu tim bertabur bintang Paris Saint-Germain. Liverpool juga harus menghadapi ancaman Bayern Munchen yang tidak terkalahkan di babak grup.

Tanpa diduga Tottenham singkirkan Dortmund.Tanpa diduga Tottenham singkirkan Dortmund. (REUTERS/David Klein)
Dari keempat tim Inggris, hanya Man City yang memiliki lawan relatif lebih mudah, karena bertemu FC Schalke.

Meski diprediksi kesulitan di babak 16 besar, tiga dari empat tim Inggris itu tetap bisa melangkah mulus ke babak perempat final.

Tim Inggris Mengulang Momen Satu Dekade di Liga Champions
Setan Merah, julukan Man United, yang kalah 0-2 dari PSG di Old Trafford pada leg pertama bisa membalikkan keadaan. Bermain di Parc des Princes di leg kedua, Man United menang secara dramatis 3-1 atas PSG sekaligus menang agregat 3-3 dengan unggul produktivitas gol tandang.

Keberadaan Ole Gunnar Solskjaer di balik 'kemudi' Man United mengubah performa Paul Pogba dan kawan-kawan yang sebelumnya ditangani Jose Mourinho. Pemain-pemain Man United tampil lepas dan bisa menunjukkan kualitasnya saat melawan PSG sekalipun memainkan pemain muda di leg kedua.

Tottenham tanpa diduga 'membantai' Dortmund 3-0 di leg pertama. Padahal, ketika itu Dortmund masih menjadi pemuncak klasemen Bundesliga. Tottenham juga jadi satu-satunya tim di 16 besar yang tidak kebobolan setelah menang 1-0 atas Dortmund di leg kedua.

Faktor kemenangan Tottenham adalah stabilnya tim asuhan Mauricio Pochettino itu, ditambah dengan menurunnya penampilan Dortmund usai pergantian tahun.

Hasil mencengangkan ditorehkan Man City. The Citizens membukukan rekor kemenangan agregat (10-2) terbesar yang pernah dicatatkan tim asal Inggris di Liga Champions. Usai menang 3-2 di leg pertama di kandang Schalke, Man City menang 7-0 di leg kedua. Perbedaan kualitas di antara kedua tim membuat Man City meraih kemenangan di kedua leg tanpa kesulitan.

Kejutan lain ditunjukkan Liverpool yang mempermalukan Bayern Munchen 3-1 di Allianz Arena. Munchen yang sejatinya salah satu raksasa Eropa tengah dalam masa transisi di musim ini. Perubahan pelatih dengan hadirnya Niko Kovac dan sejumlah pemain baru membuat permainan Munchen tidak selalu stabil.

Sementara, Juergen Klopp memiliki pemain yang sudah paham betul gaya bermain yang diinginkannya. Kondisi itu memudahkan The Reds mendominasi permainan dan memperlakukan Munchen 3-1 di kandangnya sendiri. Hasil tersebut melengkapi empat tim Inggris yang lolos ke perempat final.

Man City catat rekor kemenangan agregat terbesar bagi tim Inggris di Liga Champions.Man City catat rekor kemenangan agregat terbesar bagi tim Inggris di Liga Champions. (Reuters/Lee Smith)
Dikutip dari Sportbible, empat tim Inggris di perempat final Liga Champions musim ini adalah yang pertama setelah satu dekade silam. Atau yang ketiga kalinya dalam sejarah era Liga Champions setelah 2008/2009 dan 2007/2008.

Kali terakhir ada empat tim asal Inggris di babak delapan besar pada musim 2008/2009 yang dihuni Man United, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool.

Pada 10 tahun lalu di babak perempat final terjadi satu duel yang melibatkan tim Liga Inggris, Liverpool dan Chelsea. The Blues akhirnya lolos ke semifinal usai menang agregat 7-5.

Selain mengulang sejarah satu dekade lalu, tim-tim Inggris ini juga membuat rekor baru dengan untuk kali pertama perempat final Liga Champions tanpa wakil dari Bundesliga.

Maklum, tiga tim asal Jerman yang berada di babak 16 besar lalu disingkirkan oleh tim-tim Inggris. Total Tottenham, Man City, dan Liverpool sukses menggelontorkan 17 gol ke gawang klub Jerman dengan kebobolan 3 gol.

Mayoritas tim Inggris ini juga mematahkan dominasi tim Spanyol yang selalu 'menguasai' perempat final Liga Champions. Dalam enam musim terakhir (di luar musim 2018/2019), setidaknya tiga tim asal Spanyol kerap mendominasi perempat final turnamen ini.

Tim-tim Spanyol yang mendominasi perempat final dalam enam musim belakangan adalah: Real Madrid, Sevilla, Barcelona, Atletico Madrid, dan Malaga.

Selain empat tim dari Inggris, empat tim lain di babak perempat final level elite turnamen antarklub Eropa ini masing-masing diisi satu wakil dari Spanyol (Barcelona), Italia (Juventus), Portugal (FC Porto), dan Belanda (Ajax Amsterdam).

Babak perempat final Liga Champions 2018/2019 akan di gelar pada April mendatang dengan leg pertama pada 9 dan 10 April, sedangkan leg kedua 16 dan 17 April. (bac)