Ronaldo Bisa Dihukum UEFA karena Selebrasi Kontroversial

CNN Indonesia | Jumat, 15/03/2019 23:58 WIB
Ronaldo Bisa Dihukum UEFA karena Selebrasi Kontroversial Ronaldo bisa dapat sanksi dari UEFA. (Marco BERTORELLO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyerang Juventus Cristiano Ronaldo bisa dihukum UEFA karena selebrasi cojones yang kontroversial di leg kedua babak 16 besar Liga Champions, tengah pekan lalu.

Ronaldo mencetak hattrick ke gawang Atletico Madrid saat kedua tim bertemu di Stadion Allianz, Selasa (12/3) waktu setempat. Tiga gol Ronaldo membawa Juventus membalikkan agregat menjadi 3-2 atas Atletico dan lolos ke perempat final.

Usai mencetak tiga gol, Ronaldo melakukan selebrasi cojones ke arah suporter Atletico. Perayaan gol itu sebagai balasan kepada pelatih Los Rojiblancos, Diego Simeone, yang lebih dulu berselebrasi dengan gaya serupa di leg pertama.


Dikutip dari Sportbible berdasarkan laporan Gazzetta dello Sport, UEFA akan melakukan penyelidikan terhadap Ronaldo yang dinilai melakukan provokasi.

Ronaldo diklaim berpotensi mendapat hukuman berupa denda atau larangan bermain di pertandingan berikutnya di level Eropa.

Simeone didenda Rp322 juta karena selebriasi cojones di leg pertama.Simeone didenda Rp322 juta karena selebriasi cojones di leg pertama. (GABRIEL BOUYS / AFP)

"UEFA akan membuka penyelidikan atas gerakan Ronaldo di akhir pertandingan Juventus vs Atletico. Dia berisiko terkena denda seperti Simeone, tetapi jika itu dianggap sebagai isyarat mengejek suporter, itu bisa berubah menjadi larangan dalam pertandingan," ucap UEFA dikutip dari Sportbible.

Ronaldo Bisa Dihukum UEFA karena Selebrasi Kontroversial
Diego Simeone dijatuhkan denda sebesar €20 ribu atau setara dengan Rp322,7 juta karena selebrasinya di leg pertama. Tetapi pelatih asal Argentina itu terhindar dari hukuman larangan mendampingi tim.

Tidak saja melakukan selebrasi yang diduga mengandung provokasi, Ronaldo juga disebut-sebut melontarkan kata kasar kepada suporter Atletico. CR7 diduga membalas perlakuan suporter Atletico yang mengejeknya lebih dulu saat di leg pertama. (sry/nva)