Bayi 'Griezmann Mbappe' di Prancis Dipaksa Ganti Nama

CNN Indonesia | Senin, 18/03/2019 15:41 WIB
Bayi 'Griezmann Mbappe' di Prancis Dipaksa Ganti Nama Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann bahu membahu di Timnas Prancis. (REUTERS/Grigory Dukor)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Prancis memastikan pelarangan nama 'Griezmann Mbappe' bagi bayi yang lahir di Brive-la-Gaillarde yang berlokasi di daerah barat daya Prancis.

Pasangan penggila bola di Prancis terpaksa mengurungkan niat memberi nama Griezmann Mbappe bagi sang buah hati merujuk pada kesuksesan dua penyerang itu di Timnas Prancis pada Piala Dunia 2018.

Otoritas setempat telah mempermasalahkan niat sepasang suami istri tersebut sejak Desember 2018 dengan alasan tidak sesuai dengan hak anak atau melanggar hak-hak pihak ketiga untuk melindungi nama keluarga.


Kasus ini telah diajukan ke pengadilan dan dipastikan sang anak tidak akan mendapat nama yang merupakan perpaduan penyerang Atletico Madrid dan Paris Saint-Germain tersebut.

Nama 'Griezmann Mbappe' Resmi Dilarang di PrancisAntoine Griezmann dan Kylian Mbappe menjadi tulang punggung Timnas Prancis di Piala Dunia 2018. (REUTERS/Benoit Tessier)
Setelah sempat menyandang nama Griezmann Mbappe selama lima bulan, akhirnya kini bayi tersebut memiliki nama baru. Dilansir dari The Guardian, sang orang tua memiliki panggilan Dany Noe untuk sang buah hati.

Hingga 1993, keluarga di Prancis harus memilih nama dari daftar yang disetujui. Kini mereka bebas memilih nama, tetapi pemerintah daerah masih dapat mengintervensi pemilihan nama kepada pengadilan jika dianggap dapat merusak anak.

Nama 'Griezmann Mbappe' Resmi Dilarang di Prancis
Pada Piala Dunia 2018 Griezmann dan Mbappe menjadi dua pemain Les Bleus yang menjadi pencetak gol terbanyak. Dua penyerang Tim Ayam Jantan tersebut masing-masing mencetak empat gol yang turut mengantarkan Perancis menjadi juara dunia untuk kali kedua.

Keduanya juga tercatat sebagai pencetak gol di final Piala Dunia 2018 ketika mengalahkan Kroasia 4-2.

Kasus penamaan bayi di Prancis juga sempat menjadi polemik ketika pemerintah kota Dijon mencegah orang tua yang ingin memberi nama 'Jihad' pada sang anak. (nva/jal)