Egy dan Saddil Penambah Ragam Serangan Timnas Indonesia U-23

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 17:59 WIB
Egy dan Saddil Penambah Ragam Serangan Timnas Indonesia U-23 Saddil dan Egy penambah variasi serangan Timnas Indonesia U-23. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kehadiran Egy Maulana Vikri dan Saddil Ramdani di skuat Timnas Indonesia U-23 akan menambah variasi serangan tim Indra Sjafri di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam.

Timnas Indonesia U-23 memasukkan sejumlah nama baru untuk Kualifikasi Piala Asia U-23. Keenam nama itu adalah: TM Ichsan, Febby Eka Putra, Kadek Raditya, Mahir Radja Djamaoedin, Ezra Walian, Saddil Ramdani, dan Egy Maulana Vikri.

Tiga nama terakhir adalah pemain-pemain yang gagal masuk ke dalam skuat Piala AFF U-22 yang menjadi juara lantaran tidak mendapat izin dari klub.


Saddil Ramdani dan Egy Maulana Vikri adalah pemain yang dibutuhkan Indra Sjafri untuk kualifikasi nanti. Kedua pemain ini bisa menambah variasi serangan Garuda Muda.

Berkaca dari starting lineup Piala AFF U-22 dan Piala Asia U-19 2018, nama Saddil dan Egy Maulana berpotensi menjadi starter di Kualifikasi Piala Asia U-23.

Egy dan Saddil akan bersaing dengan nama lain seperti Witan Sulaeman, Osvaldo Haay, hingga Todd Rivaldo Ferre untuk posisi starter.

Selain kecepatan, Saddil juga memiliki kemampuan melepaskan tembakan yang akurat.Selain kecepatan, Saddil juga memiliki kemampuan melepaskan tembakan yang akurat. (AFP PHOTO / KIM DOO-HO)

Saddil dan Egy merupakan pemain yang piawai bermain di dua posisi, penyerang sayap kanan dan kiri. Di Piala Asia U-19, Saddil banyak ditempatkan sebagai sayap kanan, sedangkan Egy di sisi kiri.

Khusus untuk Egy, pemain asal klub Lechia Gdansk ini juga bisa bermain sebagai playmaker di belakang penyerang utama. Indra Sjafri melakukan itu ketika Timnas Indonesia U-19 melawan Taiwan.

Sampai dengan saat ini lini serang Timnas Indonesia U-23 dikenal dengan komposisi pemain dengan kecepatan dan kualitas individu yang baik. Sebut saja Witan Sulaeman, Egy Maulana, Saddil Ramdani, Todd Rivaldo Ferre, hingga Osvaldo Haay.

Witan merupakan pemain yang bisa muncul dari lini kedua dan menjadi pembeda sekaligus pemecah kebuntuan. Egy dan Saddil bisa menyisir dari sisi sayap. Egy yang berusia 18 tahun juga punya olah bola yang baik di kotak penalti lawan.

Timnas Indonesia U-23 kelimpahan pemain berkualitas menyerang.Timnas Indonesia U-23 kelimpahan pemain berkualitas menyerang. (Dok. Istimewa)

Selain beroperasi di sisi lapangan Saddil juga memiliki keunggulan lain dengan tembakan jarak jauh yang keras. Saddil tidak selalu menusuk dari sayap lalu melepaskan umpan silang, tetapi pemain Pahang FA itu bisa menekuk bola ke dalam untuk melepaskan tendangan ke gawang lawan.

Sementara itu, karakter menyerang Osvaldo dan Todd Ferre tidak jauh berbeda. Keduanya bisa dimainkan di kedua sektor sayap dengan kecepatan dan akurasi tembakan yang baik. Di Piala AFF U-22 lalu Osvaldo bahkan bisa mencuri gol dengan sundulan berkat penempatan posisi yang baik.

Dengan kelimpahan pemain-pemain tersebut Indra Sjafri seharusnya tidak perlu lagi bingung dalam memilih komposisi starter. Pemain-pemain di atas berpeluang dirotasi sesuai kebutuhan Timnas Indonesia U-23.

Egy dan Saddil Penambah Ragam Serangan Timnas Indonesia U-23
Guna mengakomodasi seluruh pemain-pemain itu, formasi 4-3-3 bakal jadi andalan Indra Sjafri untuk Kualifikasi Piala Asia U-23. Cara menyerang dari sisi sayap sepertinya bakal menjadi pakem Indonesia.

Hanya saja, gun mengantisipasi permainan yang mudah terbaca lawan, Rachmat irianto dan kawan-kawan bisa juga memainkan umpan lambung jarak jauh. Timnas Indonesia U-23 hanya perlu menarik keluar garis pertahanan lawan untuk naik ke depan, lalu pemain belakang atau gelandang melepaskan umpan daerah untuk dikejar lini serang Garuda Muda dan menciptakan peluang gol.

Satu penyerang utama di dalam starter nanti bakal diperebutkan Marinus Wanewar dan Ezra Walian. Apabila Eggy dan Saddil dimainkan bersamaan, maka Witan bisa digeser ke posisi tengah bersanding dengan Luthfi Kamal atau Sani Rizki.

Jika lini serang itu buntu, tim pelatih bisa memainkan Osvaldo Haay atau Todd Ferre guna mengubah permainan dan memecah kebuntuan. Todd Ferre sudah membuktikan itu di Piala Asia U-19 saat melawan Qatar, namun ia seperti tenggelam di Piala AFF U-22. (sry/sry)