Timnas Inggris Akan Beri Penghormatan Korban di Selandia Baru

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 05:25 WIB
Timnas Inggris Akan Beri Penghormatan Korban di Selandia Baru Timnas Inggris akan beri penghormatan kepada para korban penembakan di dua masjid di Selandia Baru saat laga lawan Republik Ceko. (REUTERS/David Klein)
Jakarta, CNN Indonesia -- Timnas Inggris berencana memberikan penghormatan kepada para korban aksi penembakan di dua masjid di Selandia Baru.

Bentuk penghormatan itu berupa mengheningkan cipta sesaat sebelum laga timnas Inggris menjamu Republik Ceko pada laga kualifikasi Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley, Jumat (22/3) malam waktu setempat.

Rencana itu mencuat setelah mantan dewan kesetaraan ras Federasi Sepak Bola Inggris (FA) Yunus Lunat, seperti dikutip dari Mirror, melontarkan kritik keras terhadap FA yang tak menunjukkan solidaritas 'minute silent' untuk korban teror di Selandia Baru pada laga-laga di Liga Inggris.


Sebanyak 50 orang meninggal dunia dan 48 lainnya luka-luka akibat aksi penembakan empat orang di Masjid Al Noor dan Linwood di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Aksi hening sesat jelang laga Fulham vs Liverpool untuk hormati sosok yang berjasa terhadap tim tuan rumah, Zara Harriso, yang meninggal pada Februari. (Aksi hening sesat jelang laga Fulham vs Liverpool untuk hormati sosok yang berjasa terhadap tim tuan rumah, Zara Harriso, yang meninggal pada Februari. (Foto: REUTERS/Hannah Mckay)
Pelaku penembakan Brenton Tarrant warga negara Australia sudah ditangkap pihak kepolisian dan akan menjalani pengadilan untuk mempertanggungjawabkan aksi teror tersebut.

Di sepak bola Inggris, Yunus Lunat mengkritik keras Liga Primer Inggris lantaran tak melakukan hening sesaat sebelum laga-laga kompetisi kasta tertinggi di negara tersebut untuk menghormati para korban.

Ia menyesalkan lantaran jika hening sesaat pernah dilakukan di laga Liga Primer Inggris untuk menghormati para korban akibat aksis teror yang pernah terjadi di Paris dan Brussel.

Timnas Inggris Akan Beri Penghormatan Korban di Selandia Baru
"Tak ada alasan lain ketika sesuatu [insiden] terjadi, kendati dalam skala yang tidak sama, sepak bola harus selalu muncul dan menunjukkan penghormatannya."

"Ini standar ganda dan kemunafikan. Untuk melakukan hening selama semenit adalah hal yang benar untuk dilakukan. Ketika [tragedi] ini terjadi, bakal terjadi serangan di semua belahan dunia," tutur Lunat seperti dikutip dari Mirror.

Lunat kemudian mengatakan ketiadaan tauladan kepemimpinan dari para muslim terutama di dunia olahraga membuat masalah di Selandia Baru seolah tak mendapat perhatian khusus.

"Alasannya karena kekurangan anutan dan kepemimpinan yang bisa mengidentifikasi hal ini. Ada keterbatasan di level pemimpin dari kalangan muslim dalam dunia olahraga, khususnya di sepak bola," terang Lunat. (bac/bac)