Joko Driyono Ditahan, Anggota Exco PSSI Prihatin

CNN Indonesia | Senin, 25/03/2019 18:43 WIB
Joko Driyono Ditahan, Anggota Exco PSSI Prihatin Polisi telah resmi menahan mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, resmi ditahan setelah menjalani pemeriksaan kelima terkait kasus perusakan barang bukti pengaturan skor yang berlangsung di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (25/3). Mendengar hal ini, anggota Komite Eksekutif PSSI, Refrizal, mengaku prihatin.

Refrizal ketika dihubungi CNNIndonesia.com mengaku telah mengetahui penahanan Jokdri melalui grup WhatsApp Exco PSSI. Saat ini, posisi Refrizal pun masih dalam perjalanan dari Hanoi, Vietnam menuju Jakarta dan sedang transit di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Informasi dari grup Exco PSSI. Saya tidak tahu alasan penahanannya apa, tapi itu alasan subjektif penyidik. Sebagai rekan di PSSI saya cukup prihatin," kata Refrizal melalui sambungan telepon.


Refrizal mengungkapkan dalam waktu dekat Exco PSSI bakal menggelar rapat terkait penahanan Jokdri yang juga mantan Ketua Badan Liga Indonesia tersebut. Meski begitu, semua masih dalam pembahasan via grup WhatsApp sambil menunggu seluruh Exco berkumpul.

"Kami akan segera rapat setelah keputusan ini, ya satu sampai dua hari ke depan. Kami harus jelas menyikapinya. PSSI tidak boleh berhenti berjalan," jelasnya.

Joko Driyono Ditahan, Exco PSSI PrihatinMantn Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, ditahan karena kasus perusakan barang bukti pengaturan skor. (ANTARA FOTO/Wibowo Armando)
Jokdri ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut setelah menjalani pemeriksaan kelima yang dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB. Ia ditetapkan sebagai tersangka pada 14 Februari lalu.

Brigadir Jendral Polisi Hendro Pandowo menjelaskan Jokdri ditahan atas tindakan yang tercantum dalam Pasal 363, 235, 233, dan 221 Junto Pasal 55 KUHP. Jokdri dinyatakan memiliki motif agar pihak kepolisian tidak bisa menggali lebih dalam terkait bukti yang dibutuhkan dalam penanganan kasus tersebut.

Joko Driyono Ditahan, Exco PSSI Prihatin
"[Ditahan] di Polda Metro Jaya untuk sekarang tanggal 25 Maret 2019 sampai 13 April 2019, [untuk] 20 hari ke depan," ujar Hendro di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/3).

Hendro menjelaskan perusakan barang bukti itu juga bertujuan agar keterkaitannya dengan kasus pengaturan skor yang sebelumnya telah menetapkan enam orang sebagai tersangka tidak turut terungkap.

"Dia melakukan pengambilan barang bukti, kemudian perusakan barang bukti, dan perusakan segel. Tapi ada keterkaitan dengan pengaturan skor pada LP pelapor Ibu Lasmi yaitu di Banjarnegara, karena ada kelengkapan dokumen yang harus kita cari. Itu ada di kantor Komdis. Saat kita butuhkan, itu dirusak," terangnya. (TTF/jal)