Marquez Tidak Anggap Rossi Rival Paling Berbahaya di MotoGP

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 11:08 WIB
Marquez Tidak Anggap Rossi Rival Paling Berbahaya di MotoGP Marc Marquez tidak menganggap Valentino Rossi sebagai rival terkuat. (REUTERS/Rafael Marrodan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Marc Marquez menyebut Andrea Dovizioso sebagai pesaing paling berbahaya ketimbang Valentino Rossi di MotoGP 2019.

Marquez meraih kemenangan di MotoGP Argentina dengan keunggulan lebih dari sembilan detik atas Rossi yang finis sebagai runner-up. Sementara itu Dovizioso berada di podium urutan kedua.

Meski Rossi menjadi pesaing terdekat di MotoGP Argentina, Marquez tidak menganggap The Doctor sebagai rival terkuat dalam perebutan gelar MotoGP 2019.


"Saya sebenarnya tak ingin menyebut nama, tapi mungkin saya anggap Dovizioso sedikit lebih berbahaya, terutama level konsistensinya," ujar Marquez dalam wawancara eksklusif dengan Marca.

"Di semua sesi latihan, dia amat konstan dalam setiap kondisi. Dovizioso mungkin salah satu [pesaing] yang bisa membuat persaingan menjadi semakin sulit tahun ini, tapi juga masih ada Valentino [Rossi]," ucap Marquez.

Marc Marquez sebut ancaman sesungguhnya ada di Andrea Dovizioso, bukan Valentino Rossi. (Marc Marquez sebut ancaman sesungguhnya ada di Andrea Dovizioso, bukan Valentino Rossi. (AP Photo/Nicolas Aguilera)
Pada seri perdana di MotoGP Qatar, Marquez kalah dari Dovizioso dalam pertarungan tempat terdepan. Berikutnya di MotoGP Argentina, The Baby Alien melesat jauh mengalahkan pesaingnya itu, termasuk Rossi yang finis di posisi kedua.

"Apa yang menarik adalah setiap tahun selalu ada pebalap baru, namun pada akhirnya mereka [Dovizioso dan Rossi] muncul. Tahun lalu kami mengalahkan Valentino, Dovi dan bisa kembali meraih juara dunia [MotoGP]," ucap Marquez.

Marquez juga sempat berkelakar menjawab pertanyaan soal peluang ia satu tim dengan Rossi di masa depan.

Marquez Sebut Dovizioso Lebih Berbahaya Ketimbang Rossi
"Saya tidak tahu. Jika Rossi melanjutkan [balapan] hingga 50 tahun, mungkin kami bisa balapan di tim yang sama," kata Marquez.

"Meski demikian Valentino telah melakukan pekerjaan luar biasa di 40 tahun, terutama cara dia menjaga motivasi dan semangat. Namun, akan sangat sulit berbagi perlengkapan dengannya lebih dari tiga tahun," ucap Marquez. (bac/har)