Di lapangan, Rivaldo mungkin terlihat sebagai pemain yang semena-mena dan siap melakukan pelanggaran apapun demi keunggulan tim. Seperti aksi pura-pura jatuh dalam pertandingan melawan Turki di Grup C Piala Dunia 2002.
Ketika itu, gelandang Turki Hakan Unsal menendang bola ke arah badan Rivaldo yang menunggu di titik sepak pojok. Rivaldo langsung terjatuh sambil menutupi muka, Unsal pun harus mendapat kartu kuning kedua dan dikeluarkan dari lapangan pada menit 90+4.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terlalu banyak permainan busuk dan kekerasan dalam sepak bola. Tidak masalah di mana bola itu mengenai saya," katanya menambahkan.
Rivaldo (kiri) pernah meraih sukses bersama Barcelona. (Action Images / Darren Walsh) |
Bersama Rivaldo, Brasil juara Piala Dunia 2002 usai mengalahkan Jerman dengan skor 2-0 di Stadion Internasional Yokohama pada 30 Juni 2002.
Selain Unsal, Peter Schmeichel juga pernah menjadi 'korban' dari permainan apik Rivaldo. Kiper asal Denmark itu adalah bintang di Manchester United.
Kiper berjuluk The Great Dane cukup ahli dalam membaca permainan dan mampu mengantisipasi pergerakan penyerang. Hingga akhirnya dia bertemu Rivaldo, spesialis pengacak pertahanan lawan.
Dalam pertandingan di Stadin Old Trafford itu, Rivaldo memang tidak mencetak gol. Akan tetapi, pemain asal Brasil itu berperan penting terhadap tiga gol yang diciptakan Barca.
Barca sempat tertinggal lebih dahulu 0-2 pada babak pertama. Namun memasuki babak kedua, hanya butuh 14 menit bagi Blaugrana untuk menyamakan kedudukan.
Rivaldo pernah memperkuat AC Milan. (Action Images via Reuters/Rudy Lhomme) |
Tanpa ragu-ragu, Anderson langsung menembak dengan kaki kiri ke arah kiri gawang Schmeichel yang terpaku melihat tendangan tersebut. Barca memperkecil kedudukan menjadi 1-2 pada menit ke-47.
Berselang 12 menit kemudian, Rivaldo lagi-lagi berhasil menciptakan peluang eksekusi titik putih dengan terjatuh di area penalti lantaran berduel dengan Jaap Stam. Gelandang Giovanni Silva de Oliviera pun menyamakan kedudukan usai menyarangkan bola ke kiri atas gawang Schmeichel.
MU sempat membalikan kedudukan dengan tendangan bebas dari David Beckham pada menit ke-63. Namun kedudukan kembali disamakan pada menit ke-70 lewat tendangan penalti dari Luis Enrique.
Pada malam itu, Rivaldo begitu berani dan sulit ditebak. Ia bermain dengan ganas seakan menegaskan kualitas dia sebagai salah satu pemain terbaik di dunia.
Selama menjadi pemain sepak bola profesional, Rivaldo sukses dua kali membawa Barca juara La Liga pada 1997-1998 dan 1998-1999 serta juara Copa del Rey pada 1997-1998. Ia juga meraih gelar Liga Champions saat membela AC Milan pada 2002-2003. (map/nva)
Rivaldo (kiri) pernah meraih sukses bersama Barcelona. (Action Images / Darren Walsh)
Rivaldo pernah memperkuat AC Milan. (Action Images via Reuters/Rudy Lhomme)