Lewati Suryo Agung, Lalu Zohri Manusia Tercepat Asia Tenggara

CNN Indonesia | Selasa, 23/04/2019 00:00 WIB
Lewati Suryo Agung, Lalu Zohri Manusia Tercepat Asia Tenggara Lalu Muhammad Zohri (kiri) saat berlaga di Asian Games 2018 di Jakarta. (ANTARA FOTO/INASGOC/Andika Wahyu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lalu Muhammad Zohri berhasil melampai rekor mantan sprinter nasional, Suryo Agung Wibowo, sekaligus memastikan sebagai manusia tercepat di Asia Tenggara.

Lalu Zohri membukukan kecepatan 10,15 detik di semifinal lari 100 meter pada Kejuaraan Atletik Asia 2019. Pencapaiannya itu mengalahkan catatan Suryo Agung yakni 10,17 detik yang sebelumnya tidak bisa dipecahkan para sprinter di level Asia Tenggara.

Dengan demikian, Lalu Zohri telah mematahkan rekor nasional Suryo Agung yang sempat bertahan selama sembilan tahun delapan bulan.


Rekor Suryo Agung itu diciptakan di ajang SEA Games 2009 di Vientiane Laos. Catatan tersebut mengalahkan rekor nasional mantan sprinter Mardi Lestari yakni 10,20 detik yang sempat bertahan selama 20 tahun.
Lampaui Surya Agung, Lalu Zohri Tercepat di Asia TenggaraLalu Muhammad Zohri dan pelatihnya, Eni Nuraeni Sumartoyo di Doha. (Dok. PB PASI)
Catatan itu sekaligus memecahkan rekornya sendiri pada SEA Games 2007 di Nakhon Ratchasima, Thailand, yakni 10,25 detik.

"Alhamdulillah bisa memecahkan rekornas, karena memang sejak awal sudah menjadi harapan Lalu [Zohri] untuk memecahkan rekornas Suryo Agung," kata pelatih Lalu Zohri, Eni Nuraeni Sumartoyo, dikutip dari rilis PB PASI.

Sementara itu, catatan Lalu Zohri tersebut mengantarkan sprinter asal Lombok itu ke final nomor 100 meter putra di Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Doha, Qatar.

Lampaui Surya Agung, Lalu Zohri Tercepat di Asia Tenggara
Lalu Zohri berhasil meraih finis kedua setelah sprinter Jepang, Yoshihide Kiryu, yang membukukan 10,12 detik. Di posisi ketiga ada atlet asal Bahrain, Andrew Fisher, yang menorehkan 10,16 detik.

Kejuaraan ini memang bukan kualifikasi Olimpiade 2020 di Tokyo Jepang. Namun, ajang ini menjadi penentuan bagi para atlet untuk melangkah ke Kejuaraan Atletik Dunia pada September 2019 yang merupakan kualifikasi di ajang multicabang itu.

Para sprinter yang berada di delapan besar sesuai dengan perhitungan poin akan lolos ke kejuaraan dunia tersebut. Selanjutnya, total delapan besar sprinter di kejuaraan dunia itu akan memastikan tempat ke Olimpiade 2020. (bac/bac)