Mengenang Kejayaan, Rossi Lebih Senang Balapan Zaman Dahulu

CNN Indonesia | Senin, 29/04/2019 14:34 WIB
Mengenang Kejayaan, Rossi Lebih Senang Balapan Zaman Dahulu Valentino Rossi ketika masih membela tim Honda. (AFP PHOTO / MARCOS TRISTAO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pebalap gaek MotoGP Valentino Rossi mengaku lebih senang dengan balapan zaman dahulu ketika belum banyak mendapat pesaing dan awal musim balapan berlangsung di Eropa.

Berkiprah selama 20 musim di lintasan balap paling bergengsi, Rossi mengaku memiliki pengalaman yang menyenangkan ketika bersaing di lintasan pada awal tahun 2000-an.
Menurut Rossi, mengawali seri balapan di Eropa lebih ideal ketimbang saat ini yang dimulai di Qatar kemudian berlanjut ke benua Amerika.

"Saya tidak menyetujui balapan dimulai di Eropa, saya membuat kesalahan beberapa tahun lalu. Eropa sungguh fantastis karena kami mengetahui semua sirkuit selain itu perpindahan dari tiap tiap sirkuit lebih singkat, tetapi sekarang kejuaraan dimulai di Qatar dan kami harus tetap berada di puncak," kata Rossi dikutip dari Tuttomotoriweb.
Valentino Rossi Lebih Senang Balapan Zaman DuluValentino Rossi menjalani balapan di MotoGP sejak tahun 2000. (Mohd RASFAN / AFP)
Ketika Rossi merajai kancah MotoGP, balapan dimulai dari Jepang kemudian berlanjut ke Afrika Selatan. Setelah itu balapan juga sempat dimulai dengan seri Spanyol.

Ketika Qatar ditunjuk menjadi seri pembuka sejak 2007, Rossi sempat menjadi juara pada 2008 ketika balapan di Eropa digelar pada seri kedua dan 2009 ketika balapan di Eropa berlangsung pada seri ketiga.

Berbeda dengan satu dasawarsa lalu, MotoGP mengalami perubahan susunan jadwal seri balapan. Sejak 2014, balapan selalu dimulai dari Qatar disusul penyelenggaraan di Amerika Serikat dan Argentina. Sedangkan balapan di Eropa baru dilangsungkan pada seri keempat.
Valentino Rossi Lebih Senang Balapan Zaman Dulu
Selain itu Rossi juga mengakui tingkat persaingan pada akhir tahun 1990-an hingga awal 2000-an tidak seketat sekarang.

"Dalam beberapa tahun terakhir level profesionalisme para pebalap telah berubah. Tetapi itu bagus untuk kompetisi. Beberapa tahun lalu memang menyenangkan, Anda tidak perlu terlalu fokus, tetapi saya rasa itu adalah cara yang terbaik. Kami harus tetap fokus dan terus meraih poin karena semua orang melakukannya," jelas Rossi.
Pebalap yang kini sudah berusia 40 tahun itu memang sudah lama tidak meraih gelar juara dunia. Kali terakhir Rossi meraih poin terbanyak pada akhir musim terjadi pada tahun 2009.

Setelah itu Rossi sempat merosot ketika bersama Ducati dan gagal bersaing dengan Marc Marquez setelah pebalap berjuluk Baby Alien itu mulai berkompetisi di MotoGP pada 2013.


(nva/bac)