BOPI Imbau Klub Setop Naturalisasi Pesepakbola di Indonesia

CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 13:57 WIB
BOPI Imbau Klub Setop Naturalisasi Pesepakbola di Indonesia Fabiano Beltrame tengah menjalani proses naturalisasi. (CNN Indonesia/Huyogo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengimbau klub-klub sepak bola di Indonesia untuk menyetop naturalisasi pemain asing, kecuali untuk kepentingan Timnas Indonesia.

Sekjen BOPI Sandi Suwardi Hasan mengatakan bakal melakukan proses evaluasi terhadap proses naturalisasi yang sudah terjadi sebelumnya. Proses itu disebut bakal berlangsung empat sampai enam bulan.

"BOPI mengimbau untuk setop naturalisasi kepada klub-klub kecuali untuk kepentingan timnas dan itu jika dianggap diperlukan dan mendesak," kata Sandi kepada CNNIndonesia.com, Senin (13/5).


BOPI Imbau Klub Setop Naturalisasi Pesepakbola di IndonesiaShohei Matsunaga (kanan) berpengalaman memperkuat klub-klub Liga 1. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Imbauan untuk menyetop naturalisasi khusus pesepakbola itu disebut Sandi sebagai aplikasi dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomo3 Tahun 2019 soal Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional yang jadi pedoman pelaksanaan. Selain Kemenpora, BOPI juga mendorong DPR untuk ikut menghentikan proses naturalisasi yang berkaitan dengan sepak bola.

"BOPI akan buat surat ke Menpora mengusulkan proses evaluasi atas naturalisasi yang selama ini sudah berjalan apakah menguntungkan atau merugikan atau malah tidak ada dampak dalam pertumbuhan industri sepak bola Indonesia," imbuhnya.

BOPI Imbau Klub Setop Naturalisasi Pesepakbola di Indonesia
Saat ini sedikitnya ada tujuh pesepakbola Liga 1 2019 yang proses naturalisasinya masih tertahan. Ketujuh pesepakbola itu yakni Silvio Escobar (Paraguay), Fabiano Rosa Beltrame (Brasil), Otavio Dutra (Brasil), Shohei Matsunaga (Jepang), Marc Klok (Belanda), Yoo Jae-hoon (Korea Selatan) dan Yu Hyun-koo (Korea Selatan).

Menanggapi proses naturalisasi tujuh pemain asing itu, BOPI enggan memberikan tanggapan lebih lanjut. Sandi menyebut tidak mengetahui penyebab proses naturalisasi ketujuh pemain itu tertahan.

"Itu bukan domain kami [proses naturalisasi tujuh pemain tertahan]. Pastinya BOPI akan bersurat ke Menpora soal rencana menyetop dulu proses naturalisasi yang berkaitan dengan sepak bola. Masalah nanti surat dari BOPI digubris atau tidak digubris, urusan lain. Ini adalah komitmen kami untuk membantu percepatan industri sepak bola seperti yang tertuang di Inpres," jelasnya. (ttf/bac)