Operator Kompetisi Garansi Liga 1 2019 Bersih Pengaturan Skor

CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 21:10 WIB
Operator Kompetisi Garansi Liga 1 2019 Bersih Pengaturan Skor Liga 1 2019 bakal bersih dari kasus pengaturan skor. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 2019 berkomitmen kompetisi sepak bola musim ini bakal bersih dari kasus pengaturan skor.

Direktur Utama PT LIB, Dirk Soplanit, mengungkapkan semua pihak harus bekerja sama untuk memerangi pengaturan skor. Ia menyampaikan integritas wasit kerap kali menjadi sorotan banyak pihak.

"Bersama PSSI, kita bangun komunikasi. Semoga jalannya liga ini mungkin mendekati pertengahan pakai badan independen untuk kelola wasit. Paling kurang, dengan langkah tersebut, ada upaya [cegah pengaturan skor]," kata Dirk kepada para awak media usai konferensi pers peluncuran Liga 1 di Jakarta, Senin (13/5).


"Jadi kalau selama ini wasit diatur dan ditugaskan PSSI, kali ini PSSI dan liga tidak ikut campur karena semua dikelola badan independen. Ini yang kami harapkan, upaya yang dilakukan minimal ada pertanggungjawaban kami terhadap berbagai sorotan," katanya menambahkan.

Operator Kompetisi Garansi Liga 1 2019 Bersih Pengaturan SkorDirk Soplanit ingin Liga 1 2019 bersih dari pengaturan skor. (CNNIndonesia.com/M. Arby Rahmat)
Dirk menerangkan badan independen yang digagas tersebut akan 100 persen menilai wasit yang pantas untuk ditugaskan dalam memimpin pertandingan. "Jadi PSSI tidak ikut campur," ujarnya.

Pada musim lalu, isu pengaturan skor di Liga 1 2018 mencuat usai kekalahan 0-3 Persib Bandung dari PSIS Semarang pada 18 November 2018. Selain itu, isu yang merusak sportivitas juga berkembang setelah program televisi Mata Najwa yang tayang Rabu (28/11) mengungkap nama pelaku yang diduga mengatur pertandingan.

Operator Kompetisi Garansi Liga 1 2019 Bersih Pengaturan Skor
Pengaturan skor ini melibatkan beberapa nama seperti anggota Komite Eksekutif PSSI, Hidayat, Johar Lin Eng, anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih hingga orang lama di sepak bola nasional, Vigit Waluyo.

Lebih lanjut, Dirk menegaskan ingin kompetisi musim ini ternoda dengan adanya kematian suporter. Pada musim lalu, suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, meninggal dunia karena dikeroyok oknum suporter Persib Bandung.

"Saya kira dengan pengalaman yang ada, kami kerja sama dengan pihak keamanan kepolisian supaya pengalaman yang terjadi tentang situasi di lapangan harus dicegah. Akan kami upayakan diminimalisir potensi kerusuhan," ucapnya. (map/jal)