Juara Liga Champions, Target Nomor Satu Man City Musim Depan

CNN Indonesia | Selasa, 14/05/2019 16:08 WIB
Juara Liga Champions, Target Nomor Satu Man City Musim Depan Manchester City masih harus menunggu lebih lama untuk meraih gelar Liga Champions. (REUTERS/Toby Melville)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manchester City berpesta setelah memastikan gelar Liga Primer Inggris musim ini. Keberhasilan itu sejatinya kurang lengkap karena Man City gagal di Liga Champions.

Man City muncul sebagai juara Liga Inggris setelah bersaing ketat dengan Liverpool. The Citizens jadi pemenang berkat keunggulan satu poin dari tim kota pelabuhan.

Di musim ini, Man City harus memeras keringat lebih banyak untuk meraih gelar kedua beruntun di kompetisi paling elite Negeri Ratu Elizabeth. Persaingan ketat dengan Liverpool membuat rival sekota Manchester United itu baru bisa memastikan gelar pada pekan terakhir.


Kondisi ini berbeda dibandingkan musim 2017/2018 saat Man City meraih gelar kelima mereka sepanjang sejarah klub. Man City menutup musim dengan keunggulan 19 poin dari Man United yang menempati posisi kedua klasemen akhir.

Gelar Liga Inggris musim ini adalah yang keempat dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir. Man City berhasil meraih gelar tersebut musim 2011/2012, 2013/2014, 2017/2018, dan 2018/2019.

Manchester City berhasil jadi juara Liga Inggris musim 2018/2019. (REUTERS/Toby Melville)
Namun, keberhasilan Man City jadi penguasa Inggris terasa kurang lengkap apabila mengacu kiprah mereka di Liga Champions. Tim asuhan Pep Guardiola lagi-lagi tidak bisa berbicara banyak di kompetisi 'para juara'.

Langkah Man City terhenti di perempat final usai disingkirkan sesama wakil Inggris, Tottenham Hotspur. Sergio Aguero dan kawan-kawan gagal lolos ke semifinal karena kalah produktivitas gol tandang dengan agregat 4-4.

Man City takluk 0-1 saat bermain di kandang Tottenham. Saat bermain di Stadion Etihad, tuan rumah hanya bisa menang dengan skor 4-3.

Kegagalan ini menambah luka Man City di Liga Champions musim 2017/2018. Liverpool jadi tim yang menghentikan langkah Manchester Biru di babak 16 besar.

Langkah Manchester City terhenti di perempat final Liga Champions. (Reuters/Andrew Boyers)
Dalam satu dekade terakhir, pencapaian terbaik Man City adalah lolos ke semifinal Liga Champions. Hasil tersebut justru dibuat saat The Citizens diarsiteki manajer asal Chile, Manuel Pellegrini musim 2015/2016.

Kegagalan demi kegagalan itu otomatis menjadikan gelar Liga Champions bidikan utama Man City pada musim depan. Hanya saja, tim yang dimiliki Sheikh Mansour itu wajib memperkuat skuat agar bisa menguasai Eropa.

Dilansir Daily Mail, Guardiola ingin mendatangkan empat pemain pada bursa transfer awal musim. Dana belanja pun telah disiapkan yaitu sebesar £200 juta atau setara Rp3,7 triliun.

Juru racik formasi asal Spanyol ingin mendatangkan satu bek tengah, dua gelandang, dan seorang striker.

Gelandang Atletico Madrid, Rodri, masuk dalam buruan untuk memperkuat lini tengah Man City. Pemain berusia 22 tahun itu diharapkan bisa menggantikan peran Fernandinho yang akan berusia 34 tahun pada bulan ini.

Direktur Olahraga Txiki Begiristain sudah melakukan pendekatan awal untuk memboyong Rodri yang memiliki klausul pelepasan kontrak £60 juta (Rp1,1 triliun).

Masih di sektor yang sama, nama gelandang Lyon Houssem Aouar juga masuk dalam daftar belanja Man City. Aouar merupakan gelandang kreatif yang bisa menggantikan peran David Silva maupun Ilkay Guendogan jika keduanya memutuskan hengkang akhir musim ini.

Di sektor lini depan, penyerang Eintracht Frankfurt, Luka Jovic, berada dalam daftar teratas pemain incaran untuk musim depan. Pemain yang dibanderol £50 juta itu diplot sebagai penerus Aguero.

Sergio Aguero selalu jadi tumpuan utama Man City untuk mencetak gol sejak beberapa musim terakhir. (REUTERS/Andrew Yates)
Man City sangat bergantung pada Aguero dalam beberapa tahun terakhir dan hal ini bukan pertanda positif karena mereka harus membagi konsentrasi di empat ajang berbeda; Liga Inggris, Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga Inggris. Apalagi, kontribusi Gabriel Jesus sebagai pelapis bomber asal Argentina itu tidak terlalu signifikan.

Kontribusi Jovic di Eintracht musim ini memang terbilang signifikan. Ia berhasil mencetak 27 gol dan mengemas tujuh assist dari 47 laga di semua ajang. Man City harus bersaing dengan Real Madrid untuk mendatangkan Jovic.

Man City sebenarnya juga membutuhkan pemain baru di sektor bek sayap karena Benjamin Mendy lebih banyak berkutat dengan cedera dan Oleksandr Zinchenko belum terlalu meyakinkan mengisi sektor tersebut.

Namun, Guardiola ditengarai lebih memerlukan kehadiran bek tengah baru menghadapi musim depan. Dua nama yang masuk dalam daftar bidikan adalah Matthijs de Ligt (Ajax Amsterdam) dan Harry Maguire (Leicester City).

Masalahnya Man City terancam hukuman UEFA berupa larangan tampil di Liga Champions musim depan karena masalah penyimpangan keuangan.

Dewan Kontrol Keuangan UEFA tengah menyelidiki penyimpangan keuangan Man City. Jika terbukti bersalah, Manchester Biru terancam tidak bisa tampil di Liga Champions walau belum diketahui hukuman itu akan diberlakukan musim depan atau dua musim lagi. (jal/jun)