Pertandingan berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan PSS. Laga ini sempat dihentikan karena terjadi kerusuhan suporter pada pertengahan babak pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepolisian menghalau suporter yang terlibat bentrokan di laga PSS Sleman vs Arema FC. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko) |
PSS muncul sebagai pemenang berkat gol Brian Ferreira, Yevhen Bokhashvili, dan Rangga Muslim Perkasa. Satu-satunya gol Arema diceploskan Sylvano Comvalius.
Dirk pun mengharapkan suporter sepak bola Indonesia khususnya Liga 1 bisa membangun hubungan yang baik sehingga bentrok suporter seperti di laga PSS melawan Arema tidak terjadi di masa mendatang.
PSS Sleman mengalahkan Arema FC 3-1 di Liga 1 2019. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wsj) |
Soal pencegahan kerusuhan dan keamanan di Liga 1, Dirk mempercayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
"Tentunya kami akan intens melakukan pembicaraan tentang hal ini. Mereka [pihak kepolisian] sudah tahu persis. Kami tetap mendorong agar tidak terjadi kerusuhan di masa mendatang," katanya.
Di sisi lain Ketua Komisi Disiplin PSSI, Asep Edwin, menyesalkan kembali terjadinya bentrok suporter di laga PSS vs Arema. Pelanggaran disiplin di Stadion Maguwoharjo itu berpotensi sanksi berat untuk panpel Super Elang Jawa.
Saat ini Komdis PSSI disebut Asep masih menunggu laporan pertandingan dari PT LIB maupun PSSI terkait keributan antarsuporter di Sleman.
Lihat juga:Real Madrid Terpuruk, Zidane Depak 14 Pemain |
"Saya harap dalam jangka pendek ini sudah ada laporan karena nanti akan berpengaruh ke pertandingan selanjutnya. Jadi bisa diatur jangka waktunya," ujar Asep. (map/jal)
Kepolisian menghalau suporter yang terlibat bentrokan di laga PSS Sleman vs Arema FC. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
PSS Sleman mengalahkan Arema FC 3-1 di Liga 1 2019. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/wsj)