Wapres JK melakukan kunjungan kerja ke Jenewa, Swiss, untuk menjadi pembicara dalam acara Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun lalu, Presiden Jokowi cukup percaya diri berbicara dengan Bach soal pencalonan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade melihat kesuksesan menggelar Asian Games 2018.
Wapres Jusuf Kalla didampingi Menko PMK Puan Maharani mengunjungi Museum Olimpiade. (Dok. Biro Pers Setwapres) |
Pertemuan dengan Bach dan Presiden OCA Ahmad Al-Fahad Al-Sabah di Istana Bogor tersebut ditindaklanjuti Jusuf Kala dengan berkunjung ke Swiss. Dalam pertemuan dengan Bach di Jenewa, JK berupaya meyakinkan IOC bahwa Indonesia serius untuk menjadi penyelenggara multiajang empat tahunan tersebut.
Usai bertemu dengan Thomas Bach, Jusuf Kalla, juga menyambangi Museum Olimpiade di Lausanne. Di museum itu JK melihat dan mengamati seragam serta raket yang digunakan Susy Susanti saat meraih medali emas di Olimpiade 1992.
Di final bulutangkis tunggal putri, Susy Susanti mengalahkan pebulutangkis Korea Selatan Bang Soo-hyun 11-5, 11-5, dan 11-3. Emas Susy itu jadi yang pertama untuk Indonesia, karena dua jam kemudian giliran Alan Budi Kusuma yang meraih prestasi serupa.
Lihat juga:Cristiano Ronaldo Tak Sekuat Edin Dzeko |
Di dalam museum itu juga dipamerkan sejumlah benda benda milik atlet yang pernah berlaga di pertandingan Olimpiade. Ada juga sejumlah obor yang digunakan untuk membawa api Olimpiade. (sry/bac)
Wapres Jusuf Kalla didampingi Menko PMK Puan Maharani mengunjungi Museum Olimpiade. (Dok. Biro Pers Setwapres)