JK Tengok Raket Susy Susanti di Museum Olimpiade

CNN Indonesia | Jumat, 17/05/2019 14:04 WIB
JK Tengok Raket Susy Susanti di Museum Olimpiade JK mengamati raket dan seragam Susy Susanti di Olimpiade 1992. (Dok. Biro Pers Setwapres)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyempatkan diri melihat seragam dan raket Susy Susanti saat meraih medali emas di Olimpiade 1992 di Barcelona di Museum Olimpiade di Lausanne, Swiss.

Wapres JK melakukan kunjungan kerja ke Jenewa, Swiss, untuk menjadi pembicara dalam acara Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019.

Selain itu JK juga menemui Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach guna membicarakan pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 mendatang.


Pembicaraan itu merupakan kelanjutan dari pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Thomas Bach di Istana Bogor pada 1 September 2018, atau satu hari sebelum penutupan Asian Games 2018.

Pada tahun lalu, Presiden Jokowi cukup percaya diri berbicara dengan Bach soal pencalonan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade melihat kesuksesan menggelar Asian Games 2018.

Wapres Jusuf Kalla didampingi Menko PMK Puan Maharani mengunjungi Museum Olimpiade di Lausanne, Swiss, usai menghadiri dan menjadi pembicara pada Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019.Wapres Jusuf Kalla didampingi Menko PMK Puan Maharani mengunjungi Museum Olimpiade. (Dok. Biro Pers Setwapres)

Pertemuan dengan Bach dan Presiden OCA Ahmad Al-Fahad Al-Sabah di Istana Bogor tersebut ditindaklanjuti Jusuf Kala dengan berkunjung ke Swiss. Dalam pertemuan dengan Bach di Jenewa, JK berupaya meyakinkan IOC bahwa Indonesia serius untuk menjadi penyelenggara multiajang empat tahunan tersebut.

Usai bertemu dengan Thomas Bach, Jusuf Kalla, juga menyambangi Museum Olimpiade di Lausanne. Di museum itu JK melihat dan mengamati seragam serta raket yang digunakan Susy Susanti saat meraih medali emas di Olimpiade 1992.

Wapres JK Tengok Raket Susy Susanti di Museum Olimpiade
Menurut situs resmi Olimpiade, medali emas 1992 itu menjadi yang pertama dan kedua bagi Indonesia sejak mengikuti multievent terbesar di dunia itu pada 1952. Selain medali emas Susy Susanti dari nomor tunggal putri bulutangkis, Indonesia juga meraih emas di nomor tunggal putra lewat Alan Budi Kusuma.

Di final bulutangkis tunggal putri, Susy Susanti mengalahkan pebulutangkis Korea Selatan Bang Soo-hyun 11-5, 11-5, dan 11-3. Emas Susy itu jadi yang pertama untuk Indonesia, karena dua jam kemudian giliran Alan Budi Kusuma yang meraih prestasi serupa.

Dikutip dari Antara, dalam papan keterangan baju dan raket itu tertera tulisan perlengkapan tersebut 'milik Susi Susanti (INA) juara Olimpiade Barcelona 1992. Terima kasih untuk gerakan gesit dan hebatnya serta teknik pukulan yang elegan. Susi Susanti dianggap sebagai wanita atlet terbaik dalam sejarah bulutangkis'.

Di dalam museum itu juga dipamerkan sejumlah benda benda milik atlet yang pernah berlaga di pertandingan Olimpiade. Ada juga sejumlah obor yang digunakan untuk membawa api Olimpiade. (sry/bac)