ANALISIS

Momen Tepat Bale Tinggalkan Real Madrid

CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 20:22 WIB
Momen Tepat Bale Tinggalkan Real Madrid Gareth Bale harus tinggalkan Real Madrid. (REUTERS/Andrew Boyers)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di tengah situasi yang rumit saat ini, Gareth Bale lebih baik meninggalkan Real Madrid, kembali ke Inggris dan menurunkan gajinya yang bernilai Rp276 miliar per tahun.

Gareth Bale tidak lagi dipandang dengan baik di Real Madrid di musim ini. Pemain asal Wales tak mendapat tempat di skuat utama Los Blancos.

Sempat menjadi andalan Julen Lopetegui di awal musim, Bale justru sering jadi cadangan bersama Santiago Solari. Saat Zinedine Zidane kembali ke Santiago Bernabeu, nasib Bale makin tidak jelas. Pemain 29 tahun tidak bermain dalam tiga laga terakhir.


Bale sebenarnya memiliki peluang pergi dari Madrid pada musim panas lalu. Namun niat itu ia urungkannya setelah Zidane mundur usai juara Liga Champions.

Sayangnya, kepergian Zidane tidak juga mengubah nasib Bale bersama klub ibu kota Spanyol itu. Musim panas ini bisa jadi waktu yang tepat untuk pemain kelahiran Cardiff tersebut meninggalkan Santiago Bernabeu.

Pasalnya, Zidane sudah mengindikasikan tidak akan lagi mengandalkan Bale di Madrid. Zidane menyebut tidak akan memainkan Bale meski ia sekalipun memiliki empat pergantian pemain saat melawan Real Betis pada laga terakhir Liga Spanyol, Minggu (19/5).

Trofi Madrid yang lahir dari gol-gol penting Bale tidak lagi dianggap oleh Zidane.(REUTERS/Hannah McKay)
Trofi Madrid yang lahir dari gol-gol penting Bale tidak lagi dianggap oleh Zidane.
Kondisi Bale makin terpinggirkan di Madrid juga terlihat dengan tidak dimainkannya mantan pemain Tottenham Hotspur itu dalam tiga laga terakhir di La Liga. Di pertandingan pemungkas lawan Real Betis, Bale jadi cadangan tetapi tidak juga diturunkan Zidane.

Situasi Bale saat ini ironi dengan gol-gol yang dicetaknya untuk mendatangkan trofi bagi Madrid. Di musim pertamanya gol Bale menghasilkan trofi Copa del Rey 2013/2014. Dua gol dari Bale juga yang membawa Madrid juara Liga Champions musim lalu.

Meski sejumlah torehan manis dibuat Bale bersama Madrid, namun Zidane tidak peduli. Bagi pelatih asal Perancis itu, masa depan Bale sudah tidak ada lagi di Madrid.

Bale perlu keluar dari Madrid, pindah ke klub yang bisa memainkannya secara reguler. Memaksakan bertahan di Madrid bukan tak mungkin akan mematikan kariernya secara perlahan. Apalagi Bale telah 29 tahun.

Sejumlah klub disebut-sebut bisa menjadi pelabuhan baru bagi Bale, mulai dari Manchester United dan Bayern Munchen. Bale juga dapat kembali ke Tottenham yang memiliki performa apik dalam beberapa musim belakangan.

Tetapi, harga jual yang mahal diprediksi akan membuat Bale sulit dijual. Sejumlah laporan menyebutkan Madrid sempat frustrasi karena tak dapat peminat untuk Bale.

Transfer sebagai pemain pinjaman dan melepas secara gratis menjadi opsi bagi Madrid untuk tidak mempertahankan Bale di Bernabeu. Maklum, Madrid juga tidak ingin dibebankan dengan gaji mahal Bale yang mencapai £15 juta atau setara dengan Rp276 miliar per tahun.

Jika Bale dilepas Madrid, klub-klub Liga Primer Inggris bisa jadi pilihan tepat, terutama Tottenham. Gaya bermain Bale yang eksplosif di sisi sayap dapat membantu Harry Kane membobol gawang lawan.

Bale sudah tak diinginlagi oleh Zidane.(REUTERS/Sergio Perez)
Bale sudah tak diinginlagi oleh Zidane.
Sepak bola Inggris yang identik dengan permainan cepat dan penuh lari cocok dengan Bale yang juga punya sprint bagus, jika dalam kondisi 100 persen fit. Bale yang dapat dimainkan di kedua sayap bisa menjadi variasi serangan bagi Mauricio Pochettino.

Sejauh ini Pochettino kerap mengandalkan Son Heung-min, Kane, dan Lucas Moura saat menggunakan tiga pemain di depan.

Menggeser Son atau Moura dan menggantikan dengan Bale akan membuat Tottenham makin berbahaya bagi lawan. Karena Bale tidak saja punya olah bola yang bagus, tetapi juga sepakan keras yang bisa jadi senjata pemungkas, baik dari permainan terbuka atau tendangan bebas.

Saat Pochettino membutuhkan dua pemain di depan, Bale juga bisa jadi rekan yang ideal bagi Kane. Bale akan menjadi pemain yang mencari bola, berlari ke ruang kosong, lalu memberikan umpan matang atau langsung menembakkan bola. Sedangkan Kane target man sekaligus predator di kotak penalti lawan.

Hanya saja, jika Madrid tetap memaksakan diri menjual Bale dengan harga £63 juta (sesuai data Transfermarkt) setara dengan Rp1,1 triliun atau lebih dari itu, Tottenham bisa menarik diri dari perburuan tanda tangannya.

Sejauh ini, pemain termahal yang dibeli The Lilywhites adalah bek Davinson Sanchez yang direkrut dari Ajax Amsterdam pada musim panas 2017/2018 dengan harga £36 juta.

Tidak cukup hanya Madrid yang menurunkan harga jual Bale. Pemain yang bersangkutan juga harus berkorban dengan mengurangi penawaran gajinya.

Gaji £15 juta per tahun diyakini akan memberatkan Tottenham. Ditambah lagi Bale belum konsisten dalam mencetak gol bersama Madrid dan kerap tidak bermain menjelang akhir musim ini.

Selain Tottenham, Man United jadi klub Inggris lain yang mengincar tanda tangan Bale. Setan Merah sudah meminati Bale sejak era Sir Alex Ferguson. Keinginan mendatangkan Bale hampir jadi kenyataan di masa kepelatihan David Moyes, namun kembali gagal.

Tottenham dan MU jadi klub yang berpeluang mendapatkan Bale.Tottenham dan MU jadi klub yang berpeluang mendapatkan Bale. (REUTERS/Eddie Keogh)
Kini dengan inkonsistensinya sejumlah pemain berkarakter menyerang MU di musim 2018/2019, The Red Devils kembali mencoba peruntungan mendatangkan Bale.

Peran Bale di MU tidak jauh beda dengan jika ia pindah ke Tottenham. Bale akan jadi alternatif permainan Ole Gunnar Solskjaer ketika Anthony Martial, Marcus Rashford, Romelu Lukaku, atau Jesse Lingard tak berperan.

MU mungkin mampu dengan harga yang ditawarkan Madrid untuk Bale. Akan tetapi, beban Bale di Old Trafford bakal lebih berat. Bale dan MU adalah kombinasi untuk kejayaan atau meraih trofi di akhir musim.

Melihat MU yang terpuruk di musim ini, Bale harus bisa mengangkat klub yang bermarkas di Old Trafford itu bangkit di musim depan. Paul Pogba sudah menjadi bukti, bahwa pemain termahal dunia saja belum bisa konsisten memberikan kejayaan untuk MU.

Bale, Opsi Kembali ke Inggris dan Turunkan Gaji
Cedera kambuhan yang kerap dialami Bale bisa jadi masalah lain bagi pemain jebolan Southampton itu. Di musim ini Bale sudah lima kali cedera. Sejak tiba di Madrid, setiap musimnya Bale selalu absen lebih dari 30 hari karena cedera.

Apabila tidak bisa mengangkat prestasi MU, Bale bisa jadi orang kedua setelah Pogba yang dicemooh suporter. Di laga terakhir Man United usai kalah 0-2 dari Cardiff City di Old Trafford, Pogba diserang suporter tuan rumah.

Bayern Munchen juga jadi opsi yang memungkinkan bagi Bale. Hengkangnya Franck Ribery dan Arjen Robben di akhir musim ini membuat slot di kedua sayap kosong, dan itu bisa diisi Bale.

Karakter permainan Liga Jerman yang cenderung tidak secepat dan sekeras Liga Inggris akan ideal untuk Bale yang rentan cedera.

Tetapi FC Hollywood tentu akan berpikir ulang untuk merekrut Bale apabila Madrid mematok harga yang tinggi ditambah dengan rekor cedera yang bisa terjadi di setiap musimnya.

Dalam situasi saat ini Bale tidak perlu lagi memaksakan menunjukkan dirinya sebagai pemain hebat yang masih fit dan tak cedera kambuhan.

Jika masih ingin mendapat tempat reguler, Bale perlu sedikit menundukkan kepala menuruti kemampuan klub-klub yang benar-benar serius merekrutnya. (sry/jun)