Lalu Zohri Lebih Banyak Menangis Usai Lolos Olimpiade

CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 21:16 WIB
Lalu Zohri Lebih Banyak Menangis Usai Lolos Olimpiade Lalu Zohri (kiri) banyak menangin usai lolos Olimpiade. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, lebih banyak menangis usai memastikan diri lolos ke Olimpiade Tokyo 2020.

Lalu Zohri ke Olimpiade 2020 setelah memiliki catatan waktu 10,03 detik di Seiko Golden Grand Prix 2019, Osaka, Minggu (19/5).

Catatan tersebut membuat Zohri memecahkan rekor nasional sekaligus Asia Tenggara untuk nomor sprint 100 meter, 10,13 detik. Sebelumnya Zohri mencatatkan waktu 10,13 detik pada ajang yang berlangsung di Qatar, April lalu.


Usai pencapaian sensasional itu, Zohri pun hanya bisa menangis kepada pelatihnya, Eni Nuraeni Martodihardjo. Eni tidak ikut dalam rombongan yang berangkat ke Osaka dan posisinya digantikan Asisten Pelatih, Erwin Maspaitela.

Meski tidak ikut, Eni mengaku tetap berkomunikasi dengan Lalu Zohri dengan video call. Termasuk sesaat sebelum ia turun ke lintasan perlombaaan.

Zohri menangis ditelepon saat berbincang dengan Eni Nuraeni.(Dok. PB PASI)
Zohri menangis saat berbincang dengan Eni Nuraeni lewat sambungan telepon.
"Pagi sebelum lomba juga video call, dia bilang 'minta doanya ya ibu'. Doa seorang ibu di bulan puasa, alhamdulillah," kata Eni semringah.

Seusai bertanding Zohri juga kembali menghubungi Eni Nuraeni. Dalam pertandingan tersebut Zohri meraih medali perunggu. Pelari Amerika Serikat Gatlin Justin jadi pemenang dengan catatan 10,00 detik disusul Yoshinide Kiryu asal Jepang yang meraih perak dengan 10,01 detik.

"Setelah lomba dia langsung menghubungi saya, video call. Dia bilang alhamdulillah sambil menangis bilang ke saya. Dia bilang alhamdulilah ibu, saya bisa lari sebaik itu, dia tak bisa ngomong banyak, dia lebih banyak menangis," ujar Eni.

Eni mengatakan tidak ada yang menyangka Lalu Zohri bisa finis tercepat ketiga di lomba. Terlebih lagi lanjut Eni, sprinter 18 tahun asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), itu mampu mengalahkan para pelari tuan rumah meski berlari dari lintasan paling pinggir.

Menurut Eni, apa yang dibuat Lalu Zohri di Osaka kali ini mirip ketika ia tampil di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia 2018 lalu. Kala itu, Zohri yang tidak diunggulkan itu mampu melejit menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 10,18 detik.

Lalu Zohri Lebih Banyak Menangis Usai Lolos Olimpiade
Catatan waktu 10,03 detik yang dibukukan Lalu Zohri sekaligus membuatnya lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo. Ia melewati limit waktu yang ditentukan untuk bisa tampil di Olimpiade yakni 10,05 detik.

Di Osaka, Lalu Zohri tampil sebagai pelari termuda di antara dua pelari yang naik podium. Gatlin merupakan juara Olimpiade 2004 yang kini sudah berusia 37 tahun. Sedangkan Kiryu yang kini berusia 23 tahun adalah peraih medali emas di Kejuaraan Atletik Asia di Doha, Qatar April lalu.

Usia muda Lalu Zohri membuatnya dipercaya tak lama lagi bisa melewati catatan waktu Gatlin. Pelari Amerika Serikat itu punya catatan waktu terbaik 9,74 yang dibuatnya pada 2015.

"Iya, tapi tidak sekarang. Insyaallah kapan-kapan, masih banyak waktu buat Zohri. Dia masih muda. Lihat saja data kelahirannya, [pelari] yang lain lahir 1984, Zohri masih muda lahir tahun 2000," terangnya. (TTF/jun)