Lalu Zohri ke Olimpiade 2020 setelah memiliki catatan waktu 10,03 detik di Seiko Golden Grand Prix 2019, Osaka, Minggu (19/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tidak ikut, Eni mengaku tetap berkomunikasi dengan Lalu Zohri dengan video call. Termasuk sesaat sebelum ia turun ke lintasan perlombaaan.
(Dok. PB PASI)Zohri menangis saat berbincang dengan Eni Nuraeni lewat sambungan telepon. |
Seusai bertanding Zohri juga kembali menghubungi Eni Nuraeni. Dalam pertandingan tersebut Zohri meraih medali perunggu. Pelari Amerika Serikat Gatlin Justin jadi pemenang dengan catatan 10,00 detik disusul Yoshinide Kiryu asal Jepang yang meraih perak dengan 10,01 detik.
"Setelah lomba dia langsung menghubungi saya, video call. Dia bilang alhamdulillah sambil menangis bilang ke saya. Dia bilang alhamdulilah ibu, saya bisa lari sebaik itu, dia tak bisa ngomong banyak, dia lebih banyak menangis," ujar Eni.
Menurut Eni, apa yang dibuat Lalu Zohri di Osaka kali ini mirip ketika ia tampil di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere, Finlandia 2018 lalu. Kala itu, Zohri yang tidak diunggulkan itu mampu melejit menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 10,18 detik.
Di Osaka, Lalu Zohri tampil sebagai pelari termuda di antara dua pelari yang naik podium. Gatlin merupakan juara Olimpiade 2004 yang kini sudah berusia 37 tahun. Sedangkan Kiryu yang kini berusia 23 tahun adalah peraih medali emas di Kejuaraan Atletik Asia di Doha, Qatar April lalu.
"Iya, tapi tidak sekarang. Insyaallah kapan-kapan, masih banyak waktu buat Zohri. Dia masih muda. Lihat saja data kelahirannya, [pelari] yang lain lahir 1984, Zohri masih muda lahir tahun 2000," terangnya. (ttf/jun)
(Dok. PB PASI)