Bentrok dengan Timnas Indonesia, Persebaya dan Persija Protes

ttf, CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 14:27 WIB
Bentrok dengan Timnas Indonesia, Persebaya dan Persija Protes Pemanggilan pemain ke Timnas Indonesia kembali munculkan dengan klub. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua klub Liga 1 2019Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta, menyesalkan benturan antara program Timnas Indonesia dan kepentingan klub yang tampil di kompetisi.

Masalah bentrok jadwal pada awalnya sudah dibicarakan PSSI dan klub, namun pihak Bajul Ijo dan Macan Kemayoran kembali mengaku kecewa setelah pemain-pemainnya dipanggil dalam pemusatan latihan bersama Tim Merah Putih di saat klub menjalani kompetisi Liga 1 dan Piala Indonesia.

Manajer Persebaya, Candra Wahyudi mengatakan ada enam pemainnya yang dipanggil ke Timnas Indonesia. Hansamu Yama Pranata, Irfan Jaya dan Ruben Sanadi tampil memperkuat Timnas Senior, sedangkan Osvaldo Haay, Rachmat Irianto dan Alwi Slamet bergabung bersama Timnas Indonesia U-23.


Timnas Indonesia U-23 di bawah arahan pelatih Indra Sjafri bakal memulai pemusatan latihan sejak Minggu (26/5) di Yogyakarta. Sedangkan tim senior memulai TC nya di Cikarang sejak Jumat (31/5) sebelum melakoni laga uji coba melawan Yordania, Selasa (11/6), dan Republik Vanuatu, Sabtu (15/6).

Bentrok dengan Timnas Indonesia, Persebaya dan Persija ProtesHansamu Yama Pranata bek andalan Timnas Indonesia dan Persebaya Surabaya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Kondisi itu membuat Persebaya menjadi pincang jelang laga melawan PSIS Semarang, Kamis (30/5) dan Barito Putera, Sabtu (15/6) di pekan ketiga Liga 1 2019.

"Kami terima kasih, Timnas [Indonesia] mengapresiasi kerja keras pemain Persebaya dan ini juga jadi tambahan motivasi bagi pemain menunjukkan kemampuan terbaik untuk negara. Tapi selalu masalah program timnas baik itu TC maupun pertandingan berbenturan dengan jadwal liga. Ini jadi poin masalah klub di berbagai kesempatan," ungkap Candra melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/5).

"Kami berharap tidak ada bentrok jadwal. Kalau begini klub yang dikorbankan. Ke depan bisa lebih baik lah koordinasinya, di awal ada komitmen. Kalau sudah begini, mau tidak mau kan klub yang harus mengalah [melepas pemain ke Timnas Indonesia]," sesalnya.

Sebenarnya, Persebaya memiliki total 28 pemain untuk mengarungi kompetis Liga 1 2019. Kehilangan enam pemain pun tak membuat Bajul Ijo kekurangan pemain di tim. Namun, kehilangan enam pemain pilar dipastikan bakal mempengaruhi performa tim.

Bentrok dengan Timnas Indonesia, Persebaya dan Persija Protes
"Pasti secara teknis ada pengaruh [performa tim] karena pemain yang dipanggil pasti pemain terbaik. Mau tidak mau tim menyesuaikan. Tim pelatih bakal membuat penyesuaian taktik. Seharusnya PSSI jeli dalam menyusun program," ujar Candra.

Manajer Persija Ardhi Tjahjoko juga mengungkapkan hal serupa seiring empat pemain masuk ke Timnas Indonesia jelang laga persahabatan melawan Yordania dan Vanuatu.

Kendati bangga dengan kemampuan pemain Persija menembus skuat Tim Garuda, Ardhi tidak menampik gusar dengan bentrok jadwal Timnas Indonesia dengan klub.

"Ya pasti [diberikan izin]. Mengganggu [tim] pasti ada sedikit, karena tidak ada empat pemain pilar di Persija."

"Nanti mungkin ada pembicaraan lagi [soal pemain ke timnas] karena setiap saat begini terus. Liga jalan tapi bolak balik dipanggil TC. Begitu terus, harusnya menyesuaikan," tutupnya.