Dovizioso: Kalahkan Marquez Tak Cukup Hanya dengan Doa

CNN Indonesia | Minggu, 26/05/2019 12:50 WIB
Dovizioso: Kalahkan Marquez Tak Cukup Hanya dengan Doa Andrea Dovizioso dan Marc Marquez berduel. (REUTERS/Ibraheem Al Omari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pebalap tim Ducati Andrea Dovizioso menilai persaingan di lintasan MotoGP 2019 dengan Marc Marquez membutuhkan banyak upaya dan tidak bisa hanya sekadar berdoa dan berharap.

Hingga MotoGP 2019 menyelesaikan lima seri, Dovizioso berada di peringkat kedua terpaut delapan poin dari Marquez yang menduduki posisi teratas dalam klasemen pebalap MotoGP 2019.

Marquez menjadi kampiun dalam tiga seri, sekali menjadi runner up dan sekali gagal menyelesaikan lomba. Kondisi tersebut menyiratkan dominasi Marquez berpeluang kembali terjadi pada musim ini.


Menghadapi dua balapan selanjutnya yang akan berlangsung di SirkuitMugello dan Sirkuit Catalonia,Dovizioso mengaku cukup optimistis lantaran rekam jejakDucati yang bagus di dua trek tersebut. Namunpebalap asal Italia itu menilai gelar juara dunia tidak ditentukan olehMotoGP Italia danMotoGP Catalonia saja.
Doa Tak Cukup untuk Kalahkan MarquezAndrea Dovizioso ketika menjadi juara di MotoGP Qatar 2019. (JORGE GUERRERO / AFP)
Dovizioso ingin Ducati melakukan sedikit perbaikan agar dapat bersaing menjadi juara dunia dan tidak sekadar merapal doa.

"Masih banyak poin dan kami harus menemukan sesuatu. Jika kami mampu melakukan sedikit perbaikan lagi, kami memiliki peluang untuk bersaing. Jika Anda tidak memiliki kesempatan, Anda hanya dapat berdoa agar pebalap lain membuat kesalahan. Itu bukan cara menjadi juara," terang Dovizioso dikutip dari Motorsport.

Dovizioso: Kalahkan Marquez Tak Cukup Hanya dengan Doa
"Tentus saja kami ingin tampil kompetitif di Mugello dan menuju ke sana dengan hasil menempati peringkat kedua, ketiga dan keempat [di Le Mans] adalah sesuatu hal yang positif tetapi kami harus tetap menemukan sesuatu," sambungnya.

Dovizioso mengaku motor Ducati Desmosedici GP 19 masih kurang cepat sehingga menyulitkan performa di atas lintasan.

"Semua pebalap dan motor memiliki karakter yang berbeda, tetapi buat saya yang terpenting adalah kecepatan. Tidak peduli di tikungan yang mana," jelas Dovizioso. (nva/har)