3 Alasan MU Tak Lagi Ditakuti Lawan

CNN Indonesia | Senin, 27/05/2019 16:48 WIB
3 Alasan MU Tak Lagi Ditakuti Lawan Manchester United tak lagi ditakuti para pesaingnya. (Reuters/Carl Recine)
Jakarta, CNN Indonesia -- Manchester United di bawah arahan Sir Alex Ferguson pernah menjadi tim yang paling disegani di Eropa. Tapi kini MU tak lagi ditakuti para lawannya.

MU dikenal sebagai klub yang memiliki ketajaman dan pertahanan solid. Begitu juga dengan mental baja para pemain yang membuat mereka sukses memenangkan banyak gelar.

Sampai saat ini, MU sudah mengoleksi 20 gelar Liga Primer Inggris, 12 gelar Piala FA, tiga gelar Liga Champions, satu gelar Liga Europa, dan satu gelar di Piala Dunia Antarklub.


Namun, pamor Setan Merah terus menurun setelah Ferguson memutuskan pensiun. Sejumlah manajer yang ada masih belum mampu mengembalikan kejayaan klub kebanggaan warga Manchester itu.

Berikut 3 alasan yang membuat Manchester United kini bukan lagi jadi tim yang ditakuti:

1. Manajer Kurang Stabil

Man United gagal menemukan sosok layak untuk menggantikan peran Ferguson. David Moyes dan Louis van Gaal gagal membuat dampak positif bagi tim dan akhirnya meninggalkan klub setelah beberapa musim yang menyedihkan.

Keputusan untuk mendatangkan Jose Mourinho awalnya menjadi harapan baik buat Red Devils karena memiliki catatan rekor yang bagus dengan klub sebelumnya, termasuk ketika menjadi pelatih Chelsea. Meski telah menghabiskan banyak uang, tapi kritikan publik kepada Mou lebih tajam sebelum akhirnya mundur pada November 2018.

Posisi manajer kurang stabil.Posisi manajer tidak stabil. (REUTERS)
Ole Gunnar Solskjaer yang sempat memberi harapan pun hanya mampu membawa Manchester United mengakhiri musim di posisi ke-6 dengan catatan rekor kebobolan sebanyak 54 gol.

Kini, yang dibutuhkan MU adalah pelatih kelas dunia yang tidak hanya bisa sekadar bekerja tapi juga menarik pemain kelas dunia untuk datang.

2. Minim Sosok Pemimpin

Untuk sukses, sebuah tim harus punya pemimpin yang dihormati. Dulu, MU punya sosok pemimpin seperti Eric Cantona, Roy Keane, David Beckham hingga Rio Ferdinand yang amat dihormati kawan dan lawan di lapangan.

Ashley Young Ashley Young belum konsisten menjabat kapten MU. (Reuters/Andrew Boyers)
Jika dibandingkan dengan situasi saat ini, nyaris tidak ada sosok pemimpin di MU. Ashley Young satu-satunya pemain senior yang menjabat kapten masih belum membuktikan kelayakannya.

3. Kesalahan Kontrak Pemain

Salah satu masalah terbesar United dalam beberapa tahun terakhir adalah kontrak pemain. Padahal Alex Ferguson dikenal sebagai sosok yang paling berhati-hati dalam urusan memperpanjang kontrak pemain.

Chris Smalling salah satu pemain senior yang diberi kontrak jangka panjang.Chris Smalling salah satu pemain senior yang diberi kontrak jangka panjang. (Reuters/Lee Smith)
Misalnya, Ryan Giggs hanya dibatasi perpanjangan kontrak satu tahun pada 2009 karena sudah 35 tahun. Tapi musim lalu, Ashley Young, Chris Smalling, dan Phil Jones diberikan kontrak jangka panjang meski memiliki penampilan yang tidak konsisten di sepanjang musim.

Sedangkan David de Gea yang bisa dibilang sebagai pemain terbaik MU dalam beberapa tahun terakhir, masih belum diberi kontrak baru. Membiarkan salah satu kiper terbaik dunia dengan potensi bebas transfer adalah salah satu kesalahan besar lainnya yang bisa terjadi. (TTF/jun)