Kasus Korupsi Platini Seret Mantan Presiden Perancis

CNN Indonesia | Selasa, 18/06/2019 17:39 WIB
Kasus Korupsi Platini Seret Mantan Presiden Perancis Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy terseret dalam kasus dugaan korupsi Michel Platini. (REUTERS/Philippe Wojazer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama mantan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy masuk dalam pusaran kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Presiden UEFA Michel Platini dalam terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Nama Sarkozy muncul ke permukaan dalam kasus ini karena pernah mengundang petinggi UEFA, FIFA, dan tokoh terkemuka Qatar tahun 2010. Pertemuan itu digelar sembilan hari jelang pemungutan suara tuan rumah Piala Dunia 2022 yang dimenangi Qatar.

Dalam pertemuan tersebut, Sarkozy mengundang Pangeran Qatar Tamim bin Hamad al-Thani, Wakil Presiden FIFA, dan Platini, dalam sebuah pertemuan di hotel Elysees, Paris, Perancis.


Football France seperti dilansir Daily Mail melaporkan pertemuan itu berkaitan dengan rencana akusisi klub Liga 1, Paris Saint-Germain oleh Qatar Sports Investments (QSI) yang kemudian terjadi pada 2011. Selain itu, pertemuan yang diinisiasi Sarkozy juga membicarakan peningkatan kepemilikan saham perusahaan Perancis, Lagardere dan pendirian saluran televisi khusus olahraga (BeIN Sports) untuk bersaing dengan Canal+ di Perancis.

Kasus Korupsi Platini Seret Mantan Presiden PrancisMichel Platini ditangkap karena terkait dugaan korupsi Piala Dunia 2022. (Ruben Sprich/REUTERS)
Dari pertemuan itu kabarnya muncul sebuah kesepakatan besar. Platini tidak akan memberikan suaranya untuk Amerika Serikat yang merupakan pesaing Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 menuai kontroversi karena kasus korupsi yang melibatkan sejumlah petinggi FIFA. Sejumlah petinggi FIFA yang ditahan karena kasus korupsi Piala Dunia 2022 adalah Jeffrey Webb, Eduardo Li, Julio Rocha, Costas Takkas, Jack Warner, dan Eugenio Figueredo.

Kasus Korupsi Platini Seret Mantan Presiden Prancis
Platini sendiri sudah dihubungkan dengan kasus korupsi Piala Dunia 2022 sejak 2015. Ketika itu mantan pemain Juventus tersebut dituduh menerima uang US$2 juta dari mantan Presiden FIFA Sepp Blatter untuk mendukung Qatar menjadi tuan rumah.

Kini Platini terancam kurungan penjara jika terbukti bersalah terlibat korupsi pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2022. (jal/sry)