Mario Jardel Mengaku Pakai Narkoba, Selalu Lolos Doping

CNN Indonesia | Rabu, 19/06/2019 13:42 WIB
Mario Jardel Mengaku Pakai Narkoba, Selalu Lolos Doping Mario Jardel membuat pengakuan mengejutkan. (VANINA LUCCHESI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan bomber asal Brasil Mario Jardel mengaku menggunakan narkoba ketika masih aktif sebagai pesepakbola. Namun, legenda FC Porto itu selalu lolos dari tes doping.

Jardel merupakan salah satu penyerang tersubur dalam sejarah sepak bola Eropa dan terkenal pada pertengahan 1990an hingga awal 2000an. Jardel paling terkenal ketika memperkuat FC Porto ketika mencetak 168 gol dari 170 penampilan untuk klub asal Portugal itu.

Sejumlah gelar top skor direbut Jardel. Mantan pemain Galatasaray dan Sporting Lisbon itu lima kali menjadi top skor Liga Portugal, dua kali merebut Sepatu Emas Eropa, dan satu kali menjadi top skor Liga Champions.


Dalam wawancara dengan Pilhado, Jardel mengaku sering menggunakan narkoba ketika masih aktif bermain. Namun, mantan pemain timnas Brasil itu selalu berhasil lolos tes doping karena menggunakan narkoba saat jeda kompetisi.

Mario Jardel tidak pernah memperkuat tim besar Eropa kecuali FC Porto.Mario Jardel tidak pernah memperkuat tim besar Eropa kecuali FC Porto. (AFP PHOTO/Pornchai KITTIWONGSAKUL)
"Saya datang ke dunia ini dengan penuh rasa penasaran ketika kali pertama bermain di Eropa. Saya bertemu sejumlah orang dan mereka menawari saya narkoba, jadi saya mulai menggunakannya secara reguler ketika liburan, karena saat kompetisi berlangsung saya harus menjalani tes doping," ujar Jardel dikutip dari Marca.

Jardel yang tidak pernah memperkuat klub besar Eropa di luar Portugal mengaku sudah bebas dari narkoba saat ini.

Mario Jardel Mengaku Pakai Narkoba, Selalu Lolos Doping
"Narkoba salah satu masalah dalam sepak bola, karena semakin banyak Anda memiliki uang, semakin banyak jebakan, teman, rasa penasaran, dan godaan. Saya sudah bebas dari narkoba dan istri saya sangat berperan penting," ucap Jardel.

"Sekarang saya ingin memberikan citra bagus untuk anak saya dan melakukan kerja sosial, agar anak-anak muda tidak melakukan kesalahan yang sama seperti saya," sambung Jardel.

Jardel tidak pernah mampu kembali ke performa terbaik usai memperkuat Sporting Lisbon pada 2003. Terakhir, pemain yang dijuluki Super Mario itu memperkuat klub Brasil Rio Negro pada 2011. (har/bac)


BACA JUGA