Gol Tangan Tuhan dan 'Gol Abad Ini' Maradona Berusia 33 Tahun

CNN Indonesia | Sabtu, 22/06/2019 21:10 WIB
Gol Tangan Tuhan dan 'Gol Abad Ini' Maradona Berusia 33 Tahun Diego Maradona mencetak dua gol bersejarah dalam satu pertandingan. (AFP PHOTO / STAFF)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tanggal 22 Juni 1986 jadi salah satu momen bersejarah dalam dunia sepak bola. Hari itu, Diego Maradona menunjukkan kemampuan layaknya dewa dan Tuhan lewat gol tangan tuhan ke gawang Inggris. Tak cukup sampai di situ, Maradona membuat 'gol abad ini' beberapa menit kemudian.

Argentina dan Inggris beradu di perempat final Piala Dunia 1986. Babak pertama berakhir tanpa gol. Maradona sadar bahwa ia harus melakukan sesuatu untuk membawa timnya unggul. Namun, penjagaan ketat oleh bek-bek Inggris membuatnya kesulitan menggetarkan gawang lawan.

Pada menit ke-51, Maradona coba melakukan penetrasi dari sisi kiri. Ia lalu mengirim umpan ke arah Jorge Valdano dan kemudian bergerak maju memasuki kotak penalti.


Valdano gagal mendapat bola karena Steve Hodge sukses motong aliran bola itu. Namun upaya Hodge membuang bola justru malah membuat bola mengarah ke mulut gawang.

Maradona ada di tempat yang tepat. Namun Peter Shilton yang memiliki keunggulan tinggi badan hampir 20 cm dari Maradona tentu lebih diunggulkan. Belum lagi ia berhak menggunakan tangan.
Nama Diego Maradona masih dihormati di Argentina hingga saat ini.Nama Diego Maradona masih dihormati di Argentina hingga saat ini. (REUTERS/Sergio Perez)
Tetapi dalam momen yang sekejap mata tersebut, Maradona sukses mengantar bola masuk ke dalam gawang.

Maradona langsung berteriak, bersorak, dan berlari ke pinggir lapangan, diikuti rekan-rekannya yang lain. Sedangkan pemain Inggris sibuk protes terhadap keputusan wasit Ali Bin Nasser yang tetap mengesahkan gol tersebut.

"Itu pasti tangan Tuhan," kata Maradona ketika ditanya media soal gol tersebut.

Belum reda kekesalan Inggris oleh aksi Maradona, empat menit berselang lini pertahanan Inggris benar-benar jadi bulan-bulanan di kaki Maradona.

Diego Maradona selalu masuk dalam kandidat pemain terbaik sepanjang masa, bersaing ketat dengan Pele dari Brasil.Diego Maradona selalu masuk dalam kandidat pemain terbaik sepanjang masa, bersaing ketat dengan Pele dari Brasil. (REUTERS/Dylan Martinez)
Maradona membawa bola dari tengah lapangan, melewati empat pemain Inggris hingga melesat masuk ke dalam kotak penalti. Peter Shilton coba menghalau aksi Maradona namun hanya berujung pada pemandangan bola bersarang di gawang.

Gol kedua Maradona ke gawang Inggris ini sering disebut sebagai gol solo terbaik. Status itu akhirnya sah menjadi milik gol tersebut dengan predikat 'goal of the century' yang diresmikan pada tahun 2002.

22 Juni 2019, gol tangan tuhan Maradona dan 'goal of the century' tepat berusia 33 tahun. Nama Maradona masih harum dan wangi hingga saat ini.


Trofi Piala Dunia 1986 adalah wajah utama Maradona. Namun alasan lain yang membuat nama Maradona makin melegenda adalah karena ia mampu menciptakan dua gol bersejarah dan abadi dalam satu pertandingan yang sama, sesuatu yang mungkin hanya bisa dilakukan oleh Maradona. (ptr/ptr)