Duel Khabib vs Dustin Poirier Jadi Era Baru UFC

nva, CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 06:45 WIB
Duel Khabib vs Dustin Poirier Jadi Era Baru UFC Khabib Nurmagomedov menjadi salah satu cara UFC melebarkan pasar ke Timur Tengah. (REUTERS/Said Tsarnayev)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertarungan Khabib Nurmagomedov vs Dustin Poirier dalam duel UFC 242 yang akan berlangsung di Du Arena Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 7 September 2019, diklaim Senior Vice President UFC David Shaw sebagai penanda era baru UFC.

Menggelar pertarungan di UEA untuk kali ketiga setelah 2010 dan 2014 menjadi langkah serius dari UFC untuk menegaskan komitmen mengembangkan pasar hingga ke Timur Tengah.

UFC berharap kerja sama dengan UEA dapat membantu pemasaran di benua Asia, baik untuk mendapatkan penonton maupun petarung.


"Mengapa sekarang? Sekarang sama baiknya dengan waktu lain. Kami mungkin seharusnya melakukan ini pada beberapa waktu lalu," kata Shaw dikutip dari The National.

"Jika kami memiliki waktu penyelenggaraan acara lima tahunan, penawaran konten yang lebih matang, Anda akan melibatkan penggemar dalam olahraga ini. Akan ada atlet MMA [seni bela diri campuran] yang ingin menjadi profesional dan Anda mendapatkan mitra perusahaan yang ingin terlibat dan membuatnya lebih besar ketimbang saat ini," sambungnya.

Duel Khabib vs Dustin Poirier Menjadi Era Baru UFCDustin Poirier menjadi lawan Khabib Nurmagomedov di Abu Dhabi. (Logan Riely/Getty Images/AFP)
Ajang tarung bela diri campuran bertajuk UFC 242 akan menampilkan Khabib, yang kali terakhir tampil di oktagon pada 6 Oktober 2018 ketika mengalahkan Conor McGregor.

Setelah insiden usai pertarungan melawan McGregor pada laga UFC 229, Khabib dilarang naik ring selama sembilan bulan. Hukuman tersebut membuat gelar juara kelas ringan UFC lowong, dan Poirier pun tampil sebagai juara interim kelas ringan usai mengalahkan Max Halloway pada UFC 236.

Duel Khabib vs Dustin Poirier Menjadi Era Baru UFC
Shaw pun mengakui Khabib menjadi salah satu sarana promosi UFC di Timur Tengah. Dalam pembicaraan dengan pihak UEA, Shaw mengakui Khabib menjadi daya tarik.

"Khabib adalah bintang global dan individu yang penting untuk olahraga ini. Menjadikannya sebagai titik masuk adalah hal penting dalam strategi lima tahun," jelas Shaw.

"Dia memiliki ikatan, dia memiliki ikatan persahabatan, ikatan bahasa, ikatan agama, ikatan geografis. Semua masuk akal," tambahnya.

(nva/jal)