Gubernur Sumsel Enggan Bantu Bayar Tunggakan Listrik JSC

CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 03:10 WIB
Gubernur Sumsel Enggan Bantu Bayar Tunggakan Listrik JSC Jakabaring Sport City (JSC) tunggak tagihan listrik. (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru enggan membantu PT Jakabaring Sport City (JSC) secara finansial untuk membayar tagihan listrik sebesar Rp3 miliar.

Deru menyarankan JSC untuk menyediakan genset untuk menekan tagihan listrik PLN.

Deru menjelaskan, pemerintah provinsi masih memberikan subsidi kepada operasional JSC hingga 2018 lalu. Namun semenjak berubah status menjadi badan usaha, pemerintah provinsi memutus subsidi karena membebankan APBD hingga puluhan miliar setiap tahunnya.


"Selama ini JSC lebih kurang puluhan miliar disuplai Pemprov. Terakhir 2018 Rp30 miliar kalau tidak salah, nanti dikroscek lagi jumlahnya. Di zaman saya enggak mau [subsidi]."

"Buat apa jadi PT kalau harus menyusahkan pemerintah. Kalau dia mau penyertaan modal atau subsidi pemerintah jangan jadi PT dong, jadi UPT saja. Ini, kalau tidak begitu tidak ada upaya," ujar Deru, Rabu (3/7).

Kolam renang di JSC mulai berlumut.Kolam renang di JSC mulai berlumut. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Saat ini Pemprov Sumsel tengah menjalankan beberapa solusi untuk menutup biaya operasional JSC dan meningkatkan pendapatannya.

"[Tagihan] listrik di JSC itu sebulannya bisa Rp700 juta, belum operasional lain. Makanya harus siap genset untuk tempat yang tidak dipakai setiap saat," ungkap Deru.

Selain itu, pemprov Sumsel juga memfasilitasi kerja sama antara PT JSC dengan Anajico untuk mengelola objek wisata yang akan dibangun di JSC. Kedua pihak tersebut akan kerja sama secara operasional dan kini proses pembangunan objek pariwisata tengah dibangun.

Gubernur Sumsel Enggan Bantu Bayar Tunggakan Listrik JSC
"Saran pemprov menjadikan itu bukan hanya sport center tapi tempat tujuan wisata. Namanya The New JSC. Kombinasi antara sport dengan pariwisata modern. JSC kerja sama dengan Anajico yang merupakan pengelola Jatim Park," ujar dia.

Dengan kerja sama tersebut, Deru berharap JSC bukan hanya bisa menutupi biaya operasional saja, namun juga dapat menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terhadap Sumsel.

Dengan pembagian keuntungan antara Anajico dan JSC dari jumlah kunjungan. Pihaknya menargetkan 2020 mendatang JSC sudah bisa berkontribusi menambah PAD.

"Sekarang dia harus mandiri, makanya tertatih-tatih dulu dengan diputus listrik dan segala macam. Entah berapa nanti 2020 bisa menyumbangkan PAD, yang penting lolos dulu [biaya] operasionalnya. Entah berapa [PAD yang dihasilkan], kita terima dulu yang penting akuntabel," kata Deru. (idz/jun)