Deru menyarankan JSC untuk menyediakan genset untuk menekan tagihan listrik PLN.
Lihat juga:Kualat Membawa Nikmat Fakhri Husaini |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buat apa jadi PT kalau harus menyusahkan pemerintah. Kalau dia mau penyertaan modal atau subsidi pemerintah jangan jadi PT dong, jadi UPT saja. Ini, kalau tidak begitu tidak ada upaya," ujar Deru, Rabu (3/7).
Kolam renang di JSC mulai berlumut. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika) |
"[Tagihan] listrik di JSC itu sebulannya bisa Rp700 juta, belum operasional lain. Makanya harus siap genset untuk tempat yang tidak dipakai setiap saat," ungkap Deru.
Selain itu, pemprov Sumsel juga memfasilitasi kerja sama antara PT JSC dengan Anajico untuk mengelola objek wisata yang akan dibangun di JSC. Kedua pihak tersebut akan kerja sama secara operasional dan kini proses pembangunan objek pariwisata tengah dibangun.
Dengan kerja sama tersebut, Deru berharap JSC bukan hanya bisa menutupi biaya operasional saja, namun juga dapat menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terhadap Sumsel.
"Sekarang dia harus mandiri, makanya tertatih-tatih dulu dengan diputus listrik dan segala macam. Entah berapa nanti 2020 bisa menyumbangkan PAD, yang penting lolos dulu [biaya] operasionalnya. Entah berapa [PAD yang dihasilkan], kita terima dulu yang penting akuntabel," kata Deru. (idz/jun)
Kolam renang di JSC mulai berlumut. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)