Kanker Tak Mampu Halangi Sofyan Hadi Tonton Persija vs Persib

CNN Indonesia | Kamis, 11/07/2019 18:34 WIB
Kanker Tak Mampu Halangi Sofyan Hadi Tonton Persija vs Persib Sofyan Hadi pernah menjadi pemain dan pelatih di Persija. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Legenda Persija Jakarta Sofyan Hadi seakan melupakan penyakit kanker yang diderita dan memilih untuk menyaksikan langsung duel panas melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu (10/7).

Meskipun lemah kaki melangkah, kursi roda pun jadi alat bantu Sofyan Hadi untuk menyaksinak anak-anak Macan Kemayoran berlaga.

Mantan pemain dan pelatih Persija itu pun hadir dengan atribut lengkap. Menggunakan jersey Macan Kemayoran berwarna putih, jaket oranye berlambang Persija, dan kopiah putih saat menyaksikan pertandingan Persija vs Persib.


Sofyan tidak sendiri, ia ditemani anak perempuannya, Virgi Sofyan Hadi dan keempat cucu yang antusias menyaksikan Persija berlaga. 

Di SUGBK sembari menyaksikan junior-juniornya berlaga Sofyan tampak tak merasakan kanker sumsum tulang belakang yang menggerogoti sejak hampir lima tahun lalu. Senyuman lebar merekah kala ia jumpa dengan The Jakmania, suporter Persija yang memenuhi SUGBK, Rabu (10/7) sore itu.

Mantan pemain juga pelatih Persija itu divonis kanker sumsum tulang belakang stadium empat pada medio 2014 lalu dan telah menjalani serangkaian pengobatan termasuk kemoterapi.

Saat ini, berangsur stadium kanker yang diderita Sofyan sudah berkurang meskipun ia masih harus mengkonsumsi obat-obatan rutin setiap hari.

Kanker Tak Halangi Legenda Persija Saksikan Duel Lawan PersibSofyan Hadi bersama Luciano Leandro. (CNN Indonesia/Titi Fajriyah)
"Saya datang ke sini [SUGBK] diundang Pak Ferry. Ini pertama kali saya nonton langsung Persija setelah sekitar lima tahun lalu saya divonis sakit. Selama setahun sejak sakit, saya hanya berbaring saja. Sebenarnya saya bisa jalan, tapi cuma 5-10 meter saja, pelan-pelan, jadi pakai kursi roda," kata Sofyan dalam perbincangan bersama CNNIndonesia.com.

Meski hampir lima tahun tak pernah menonton langsung Persija, tapi Sofyan mengaku tak pernah absen menyaksikan laga Tim Ibukota dari layar kaca. Sebagai mantan pelatih, Sofyan pun menganalisis performa Ismed Sofyan dan kawan-kawan.

"Menurut saya pemain lapis keduanya kurang bagus tidak seperti biasanya. Biasanya pemain penggantinya bagus tapi tadi kurang. Ramdani [Lestaluhu] kan cedera, Sandi Sute juga gak ada, jadi kurang greget. Dan menurut saya hari ini Bruno Matos mainnya out of control. Banyak peluang tapi gagal terus," ungkapnya.

Kanker Tak Halangi Legenda Persija Saksikan Duel Lawan Persib
Kendati Persija gagal menang, Sofyan mengaku senang lantaran bisa kembali melihat tim yang pernah dibelanya berlaga di SUGBK.

Melihat Persija bermain, pria 68 tahun itu masih ingat kejayaan Macan Kemayoran saat ia masih bermain, termasuk ketika Persija berhasil meraih tiga gelar juara dalam waktu empat bulan, dua di turnamen lokal dan satu trofi dari Vietnam.

Begitu juga ketika menjadi pelatih, dengan prestasi mengantarkan Persija menjadi juara Liga Indonesia pada musim 2001 dan turnamen pramusim di Brunei Darussalam.

Kanker Tak Halangi Legenda Persija Saksikan Duel Lawan PersibPertandingan Persija vs Persib di Liga 1 2019 merupakan laga pertama antara kedua kesebelasan yang digelar di SUGBK sejak 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Pada saat pertama melatih Persija tahun 2001 saya langsung lawan Persib dan kita main di Bandung dan menang 3-1. Kalau di sini mereka enak main, kalau kami main di Bandung penontonnya tidak ramah sama pemain, banyak tekanan. Kita pulangnya pakai lapis baja tiga mobil."

"Tapi ya itu lah yang memotivasi saya untuk terus menang dan akhirnya setelah itu kita memang tujuh pertandingan beruntun dan lanjut ke putaran kedua sampai juara di GBK lawan PSM [Makassar]. Saya ingat ketika kami juara, itu sesuatu yang sangat luar biasa," beber Sofyan.

Persija ibarat rumah buat Sofyan. Bergabung dengan Persija sejak junior, lalu bergabung ke tim senior sampai berkesempatan untuk melatih adalah kesempatan luar biasa yang didapatkan Sofyan.

"Persija itu sebetulnya saya seperti kembali ke rumah. Kakek saya asli betawi tapi tergusur dan pindah ke Cisalak. Nonton ke GBK itu bagaikan pulang ke rumah untuk saya."

"Jelas lah saya sangat kangen [dengan Persija dan Jakmania]. Saya sudah ketemu sama Ferry dan dia berkata kepada saya terima kasih sudah mau datang, kalau sehat Insyaallah saya akan datang lagi ke sini," harapnya. (ttf/jun)