Kepada CNNIndonesia.com, Hedi menceritakan kronologi ketika ia dievakuasi dan diamankan sekelompok Jakmania di GBK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak pagi saya bertolak ke GBK sambil jalan-jalan ke area stadion mempersiapkan otak agar tidak jenuh dan down di saat sore menjelang. Sehabis bada dzuhur saya pergi ke stadion dari luar sampai area terus masuk dan duduk di tribune tidak ada kendala," kata Hedi.
Bobotoh merupakan salah satu basis suporter terbesar di Indonesia. (CNNIndonesia/Safir Makki) |
Hedi juga tidak sempat berfoto-foto di dalam stadion karena ia sadar jika wallpaper handphone-nya gambar Persib.
Persoalan muncul selepas babak pertama selesai dengan banyaknya keributan di tribune, dan tangga menunju tribune. Namun, ia sama sekali tidak tersentuh dari aksi yang disebutnya sweeping.
"Puncaknya menit 70 teman saya meninggalkan saya di tribune dan handphone saya dibawa. Jadi saya pas ditinggal cuman ada uang di saku saja, identitas lain ditinggal di rumah teman saya."
Duel Persija vs Persib berakhir imbang 1-1, Rabu (10/7). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Saya langsung dirangkul dan diamankan oleh Korlap [Koordinator Lapangan] sekitar 3-4 orang. Mungkin dia sudah tahu [saya Bobotoh], dari awal lihat dan pantau saya terus."
"Mereka menangkap saya di tangga pas keadaan belum ramai, karena saya keluar tribune menit 85 dan saya diapit seperti saya teman mereka untuk menghindari kecurigaan The Jak yang lain terhadap saya," ungkap Hedi, Bobotoh berusia 25 tahun itu.
"Dia [Korlap] sempat bilang, 'Ngeyel lu orangnya. Dibilangin jangan ke sini malah ke sini. Makanya gua liatin terus elu, tapi elu gak macem-macem. Muka lu enggak keliatan Bobotoh' sambil di bawa keluar sampai pintu awal masuk," jelasnya.
Rivalitas Bobotoh-The Jakmania kerap memakan korban. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Hedi mengaku sangat syok dan tidak ingat lagi apa yang terjadi setelahnya sambil jalan keluar mencari temannya. Di tengah pikirannya yang tak keruan diselimuti rasa takut, ia sempat berhenti di pos satpam untuk makan dan menenangkan diri.
Hedi menegaskan, langkah kakinya ke GBK tak lain karena kecintannya untuk Persib. Bukan untuk eksistensi ataupun apa yang ramai diungkapkan di media sosial saat ini.
"Karena mendukung Persib panggilan hati bukan hanya sekadar eksistensi. Dan mungkin kalau bukan karena cinta, sudah lama saya tinggalkan," ucapnya lagi.
The Jakmania juga merupakan salah satu basis suporter di Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Harapan saya semoga kedua suporter lebih baik dan tidak termakan berita hoaks di media sosial yang belum benar adanya. Biar waktu yang menjawab lebih baik ke depannya," tutup Hedi.
Sebelumnya, operator kompetisi Liga 1 2019 dan kepolisian sepakat tidak mengizinkan suporter tim tamu hadir karena masalah keamanan. Sebab, rivalitas kedua suporter kerap melibatkan bentrok bahkan seringkali memakan korban nyawa.
Pada laga tersebut, Persib berhasil menahan imbang 10 pemain Persija Jakarta lantaran Novri Setiawan dikartu merah. Macan Kemayoran unggul lebih dulu berkat gol Marko Simic sebelum disamakan Artur Gevorkyan dan memaksa laga berakhir imbang 1-1. (ttf/jun)
Bobotoh merupakan salah satu basis suporter terbesar di Indonesia. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Duel Persija vs Persib berakhir imbang 1-1, Rabu (10/7). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Rivalitas Bobotoh-The Jakmania kerap memakan korban. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
The Jakmania juga merupakan salah satu basis suporter di Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)